PURUK CAHU, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah, menyiapkan 50 ton beras untuk menghadapi banjir yang terjadi hampir setiap tahun pada musim hujan.
"Jika terjadi banjir, puluhan ton beras ini akan disalurkan kepada masyarakat di daerah yang biasa menjadi langganan banjir," kata Wakil Bupati Murung Raya Nuryakin di Puruk Cahu, Rabu (25/11).
Menurut Nuryakin, beras bantuan ini tersimpan di gudang Bulog setempat, dan akan diberikan kepada warga dan petani yang gagal panen pada musim kemarau lalu. Namun, kalau terjadi bencana banjir, kata dia, beras tersebut juga akan disalurkan untuk masyarakat korban banjir.
"Jadi, tidak ada istilah korban banjir kesulitan beras, kami siap memberikan bantuan bersama barang kebutuhan pokok lain," katanya.
Nuryakin mengatakan, beras bantuan ini bukan untuk program raskin, melainkan khusus untuk korban bencana di kabupaten itu. Banjir musiman ini, kata dia, biasa terjadi akibat luapan Sungai Barito sehingga rumah yang ada pinggir sungai pasti terendam.
"Saat ini petugas dari pemerintah daerah selalu memantau pergerakan debit air Sungai Barito dan minta informasi dari wilayah hulu," katanya. Dampak banjir, kata dia, selain merendam rumah penduduk juga lahan pertanian, baik padi maupun hortikultura.
"Meski banjir di daerah ini dianggap sudah biasa bagi warga, dampaknya dikhawatirkan mengganggu pertanian dan kesehatan, misalnya menyebabkan muntaber dan penyakit kulit," katanya.
