LEBAK, KOMPAS.com — Harga kerbau lokal di Kabupaten Lebak, Banten, untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 November 2009 mencapai Rp 15 juta per ekor.
"Saat ini harga kerbau naik dibandingkan tahun lalu," kata Sahrul (45), pedagang di Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Rabu (25/11).
Dia mengatakan, kenaikan harga ternak kerbau itu disebabkan permintaan masyarakat meningkat, terutama kebutuhan perayaan Idul Adha. Selain itu, kondisi kesehatan kerbau lokal terjamin dibandingkan kerbau dari luar daerah. Bahkan, kerbau-kerbau dari Kabupaten Lebak banyak dicari pedagang Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.
Selama ini, harga ternak kerbau lokal setiap tahun mengalami kenaikan antara Rp 2 dan Rp 4 juta. Saat ini, harga kerbau usia 2,5 tahun dan kondisi gemuk bisa tembus Rp 15 juta per ekor. Kerbau usia dua tahun antara Rp 11 juta dan Rp 13 juta per ekor.
"Saya kira tahun ini harga kerbau naik sekitar Rp 3 juta per ekor," kata Sahrul.
Menurut dia, hewan kurban kerbau di sejumlah kecamatan semuanya lokal, tidak mendatangkan dari luar daerah. Sebab, peternak kerbau di Kabupaten Lebak masih tinggi. Pembudi daya ternak di setiap desa tiga sampai enam orang.
Karena itu, hingga saat ini produksi daging kerbau surplus, dan tidak mendatangkan ternak dari daerah lain. "Selama saya menjadi pedagang, belum pernah membeli kerbau ke luar daerah," katanya.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso mengaku, saat ini harga kerbau di pasaran mencapai Rp 15 juta per ekor, bahkan peternak bisa memasok ke luar daerah. Apalagi, saat ini umat Islam akan merayakan Idul Adha sehingga permintaan hewan kerbau cukup tinggi.
"Saat ini permintaan hewan kerbau antara 10 dan 20 ekor," kata Iman Santoso.
Dia menyebutkan, jumlah populasi kerbau di Kabupaten Lebak mencapai 50.000 ekor dan masuk lima besar di Indonesia. Pemerintah daerah terus mendorong peternak dengan memberikan bantuan kredit usaha untuk meningkatkan produksi swasembada daging kerbau.
"Diperkirakan usaha ternak kerbau bisa menyerap tenaga kerja sekitar 5.000 orang," kata Iman Santoso.


