KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Tak Akurat, Pasien Cuci Darah Minta Ganti Alat
Rabu, 25 November 2009 | 01:59 WIB
Sriwijaya Post
Cuci darah

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pasien penderita gagal ginjal yang rutin cuci darah di RSMH Palembang minta direksi untuk menggantikan 11 alat di ruang hemodialisa produksi Cina karena akurasinya sering tidak tepat, khususnya saat penarikan cairan dalam tubuh. Akibat yang dialami pasien pasca cuci darah, kebanyakan penderita  pusing dan sesak napas karena cairan ditubuhnya belum sepenuhnya bersih.

Aspirasi ini disuarakan Murnayani (52), Bendahara Ikatan Gagal Ginjal Sumsel yang juga menjalani cuci darah sudah beberapa tahun lamanya. Didampingi suaminya Anwar Tulip (56), Senin (24/11) Murnayani mengatakan,  ia sudah melakukan cuci darah di beberapa tempat, termasuk di Jakarta. Bahkan saat melaksanakan ibadah haji, di Madinah dan Mekkah pun sempat melakukan cuci darah. Dan memang alat cuci daran buatan Jepang dan Jerman yang di rumah sakit di Jakarta memiliki tingkat akurasi yang tepat.

Di Lantai II RSMH Palembang, lanjut Murnayani, terdapat 22 mesin cuci darah, dan separuhnya atau 11 unit  di bagian dalam alat cuci darah buatan Cina. Alat ini tidak akurasi dalam penarikan cairan di tubuh. Misalnya, dokter memprogramkan 3 Kilogram, tetapi realisasinya hanya dua Kilogram.

Begitu juga diprogramkan untuk lima kilogram, ternyata hanya tiga kilogram. "Saya sendiri pernah merasakan dicuci dengan alat Cina, terasa sesak napas dan kerja mesinnya berat," katanya.
"Kami sudah ngomong dengan dokter Zulkhair, agar alat kami ini diganti. Kalau bisa dengan produksi Jepang atau Jerman. Tapi saya tidak tahu, apakah sudah disampaikan Zulkhair ke direksi rumah sakit apa belum," katanya.

Saat Sripo melakukan pemantauan di ruang hemodialisa beberapa waktu lalu, seorang pasien yang baru saja melakukan cuci darah, tubuhnya langsung bergetar, seperti orang kedinginan. Padahal, pasien ini bermaksud hendak pulang.

Untungnya ia masih berada di RSMH sehingga perawat langsung memberinya obat dan memakaikan selimut tebal. Dari lokasi tempat ia berbaring, sepertinya pria yang baru berusia 34 tahun ini, melakukan cuci darah dengan alat dari Cina.

Sekedar untuk diketahui, hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo yang berarti darah dan dilisis yang berarti dipisahkan. Hemodialisis merupakan salah satu dari terapi penggganti ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi gingjal, baik akut maupun kronik.

Perinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu (misalnya pada Gagal Ginjal Akut) atau dapat pula untuk seumur hidup (misalnya pada Gagal Ginjal Kronik).

Sudah Dilaporkan

Dr dr HM Zulkhair Ali SpPD-KGH yang dihubungi Sripo mengatakan, dirinya sudah melaporkan keluhan pasien dan keberadaan alat hemodialisis itu kepada jajaran pimpinan rumah sakit. "Sudah dilaporkan, insyaallah akan diganti. Kita tunggu keputusan direksi," katanya.

Direktur Pelayanan medis dan Keperawatan RSMH Palembang dr HM Yamin Alsof SpB (K) ketika dikonfirmasi via telepon mengatakan, rumah sakit bekerjasama dengan salah perusahaan KSO (kerjasama operasi) dan sudah dimintakan agar alat tersebut diganti. "Terima kasih informasinya, tetapi sudah kita minta mitra KSO kita untuk menggantinya," kata Yamin

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : Sriwijaya Post Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.