
BARABAI,KOMPAS.com - Warga Desa Banua Kupang Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resah, pasalnya wabah demam berdarah dengue (DBD) di desa mereka sudah memakan korban jiwa.
Untuk menghindari penularan, warga terpaksa mengungsi ke tempat sanak keluarga terdekat. Kepala Desa Banua Kupang, Arief Rahamat mengatakan hingga dua minggu terakhir sudah ada 22 orang yang terjangkit di lima RT yakni RT 1 hingga RT 5.
Menurutnya seluruh pasien yang tertular yang terdiri dari anak-anak dan dewasa ini pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Damanhuri Barabai untuk mendapatkan perawatan intensif. "Semua pasien dirawat di rumah sakit karena demamnya cukup tinggi," kata Arief.
Ditambahkan, hampir setiap rumah di desanya terserang penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti ini. "Beberapa hari terakhir saya disibukan dengan adanya lapiran warga yang terkena DBD. Hampir setiap rumah di lima RT mengaku DBD. Hal ini membuat warga khawatir," ujarnya.
Padahal, lanjut Arief, beberapa waktu lalu pihak Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah telah melakukan fogging. "Namun jarak pengasapan relatif pendek hanya sekitar 100 meter saja dari lokasi rumah warga," ujarnya.
(khairil rahim)