SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-365 akhirnya tiba di markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) setelah menjalankan misi perdamaian di Lebanon selama delapan bulan.
"KRI Diponegoro telah bersandar di Dermaga Ujung setelah delapan bulan bertugas di Lebanon," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut Toni Syaiful, di Surabaya, Selasa malam.
Kedatangan kapal perang tersebut disambut Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto didampingi para komandan satuan kapal, kepala satuan kerja, dan ibu-ibu Jalasenastri serta para keluarga anak buah kapal (ABK).
Ia menjelaskan, kapal perang jenis Sigma Kelas Korvet buatan Belanda itu masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim yang pertama kali ikut andil mengemban misi perdamaian dunia dalam Satuan Tugas "Maritime Task Force" (MTF) Konga XXVIII.A "United Nation Interm Force In Lebanon" (Unifil).
Kapal perang Indonesia ini telah bergabung dengan kapal perang angkatan laut negara lain, di antaranya Prancis, Belgia, Turki, Italia, dan beberapa negara anggota Gugus Tugas MTF di bawah komando kapal perang Angkatan Laut Belgia.
KRI Diponegoro meninggalkan markas Koarmatim di Dermaga Ujung, Surabaya, pada 13 Maret 2009. Kapal tersebut melakukan perjalanan pergi-pulang selama dua bulan melalui rute Surabaya, Jakarta, Belawan, Kochin, Oman, Jeddah, dan Lebanon, sedangkan enam bulan sisanya berada di daerah konflik.
KRI Diponegoro yang dikomandani Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah dalam tugasnya membawa satu unit helikopter BO-105 dan 100 personel yang terdiri atas 88 orang ABK dan 12 non-ABK. Sebanyak 100 personel yang diberangkatkan dalam misi perdamaian itu terdiri atas 31 orang berpangkat perwira, 40 bintara, dan 29 tamtama.
Menurut Arsyad selama 180 hari di Lebanon, 70 persen merupakan kegiatan operasional di laut dan 30 persennya bersandar di dermaga. Selama bertugas, kapal tersebut telah melakukan 629 kali interogasi terhadap kapal-kapal yang melintas di Perairan Lebanon. "Ini merupakan prestasi terbaik di antara kapal-kapal yang tergabung dalam Gugus Tugas MTF," katanya.


