KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Korban Lumpur Duel dengan Enam Perampok
Selasa, 24 November 2009 | 23:49 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Dua warga korban lumpur Lapindo nekat melawan enam perampok bersenjata tajam (sajam). Keduanya saling bahu-membahu memasang badan mempertahankan uang tunai Rp 100 juta. Hasilnya, meskipun keduanya terluka bacok, uang tunai selamat dan gagal dijarah para perampok tersebut.

Bukhori, 52, dan Muhammad Muis, 22, tergolek lemas di UGD RS Delta Surya Sidoarjo, Senin (23/11) siang. Bapak dan anak warga Desa Pejarakan RT 9 RW 4 Jabon ini dirawat intensif karena luka bacoknya. Beberapa jam sebelumnya, warga korban Lumpur ini duel melawan enam perampok bersajam, di pertigaan jalan depan Perum Citra Garden, Desa Pagerwojo, Buduran.

“Kami baru mengambil uang ganti rugi Rp 100 juta di Bank BNI, “ kata Muis lirih menahan sakit. Saat itu Muis naik sepeda motor Yamaha Vega hitam W 3540 RU dibonceng bapaknya, Bukhori.Keduanya berangkat dari tempat tinggalnya di Desa Plaosan Wonoayu pukul 07.00 WIB. Keduanya lantas menuju kantor Samsat Bersama Polres Sidoarjo di Jl Lingkar Barat untuk mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor.

Bapak-anak ini lalu menuju Bank BNI di Jl Jenggolo Sidoarjo. Begitu tuntas mengambil uang tunai Rp 100 juta, keduanya berniat pulang ke rumahnya di Desa Plaosan Wonoayu. Uang sejumlah itu lantas dimasukkan dalam kantong plastik hitam dan diselipkan di balik jaket Bukhori.

Saat melintasi Jl Mayjen Sungkono, dekat gedung SMUNOR (SMUN Olahraga) Sidoarjo, tiba-tiba sebuah sepeda motor menghadang laju motor Bukhori. Seseorang berjaket hitam meloncat dari atas sepeda motor dan meminta Bukhori berhenti. “Saya polisi, tolong berhenti,” kata Muis menirukan ucapan pelaku.

Karena ketakutan, sontak Bukhori hendak berbalik arah. Namun sayang, motor yang disetirnya justru masuk selokan pinggir jalan tersebut. Akibatnya, Bukhori dan Muis jatuh ke jalan. Helm Bukhori pun pecah membentur aspal. Saat itulah satu di antara enam pelaku, memakai tiga sepeda motor, mendekati Bukhori.

Pelaku ini lantas membacokkan sajam beberapa kali ke arah Bukhori. Takut uang yang dibawanya lepas, Bukhori berusaha melawan dengan tangan kosong. Akibatnya, kedua lengan Bukhori terkena bacokan. Darah segar mengucur dari luka bacokan itu.

Tahu bapaknya terluka, Muis berusaha melindunginya. Anak tunggal ini lantas ikut berusaha melawan pelaku. Beberapa kali, satu pelaku tersebut menyabetkan pisau ke arah tubuh Muis. Akibatnya, Muis juga terluka bacok di kedua pergelangan tangan dan siku tangan kanannya. Dua pelaku juga sempat menendang bapak dan anak ini hingga terjungkal ke tanah.

Tahu dalam ancaman bahaya, Muis berteriak-teriak minta tolong. Sesaat kemudian, beberapa tukang rumput tak jauh dari lokasi kejadian berdatangan. Bersamaan dengan itu, puluhan warga sekitar ramai-ramai menuju lokasi kejadian. “ Pelaku kabur ke arah timur setelah melihat warga berdatangan,“ kata Ahmad Musani, satpam Perum Citra Garden yang mengantar korban ke RS Delta Surya Sidoarjo.

Bukhori mengaku lega uangnya selamat dari jarahan para perampok. Entah kenapa, dia nekat mempertahankan uang itu dengan mendekapnya terus di balik jaket yang membungkus tubuhnya. “Saya terus mendekap bungkusan uang itu,” katanya saat di RS Delta Surya Sidoarjo.

Kata Bukhori, uang Rp 100 juta itu merupakan pembayaran ganti rugi 30 persen lahan dan rumahnya yang terendam lumpur, di Desa Pejarakan Jabon. Total uang ganti rugi tersebut senilai Rp 300 juta. Setelah dicairkan 20 persennya, uang itu cair lagi sejumlah Rp 100 juta. “Rencananya uang mau dipakai bapak naik haji tahun depan,“ kata Muis.

Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Agung Pribadi menduga enam perampok itu pelaku lama dan spesialis penjarah uang nasabah bank. Berdasarkan keterangan saksi korban dan sejumlah saksi lainnya, mereka beraksi dengan menaiki tiga sepeda motor, berjaket hitam, dan berhelm teropong. “Semuanya bersajam. Namun satu pelaku yang sempat menggunakan sajam,“ jelasnya, Senin (23/11).

Ia berharap warga mengambil pelajaran dari peristiwa nahas ini. Sebab polisi telah berulang kali menyediakan bantuan pengawalan polisi jika warga hendak mengambil uang tunai dalam jumlah besar di bank. “Tidak dipungut biaya kok. Ini sudah kami sampaikan berulang kali,“ tandas AKP Agung. st3

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber :Surya Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.