KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Relawan Serukan Hemat Energi dan Air
Selasa, 24 November 2009 | 22:23 WIB
KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYA
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jogja Untuk Indonesia Damai (AJI Damai) yang berunjukrasa di Tugu, Selasa (24/11), mengibarkan bendera setengah tiang karena kecewa dengan jawaban Presiden SBY terhadap rekomendasi Tim Delapan. Sebab, SBY tak mau mencopot pejabat yang jelas terbukti mencoreng hukum.
TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gebrakan baru dilakukan Tim Nasional Penghematan Energi dan Air yang bekerja sama dengan Energy Efficentrum. Mereka menggalang relawan yang akan menjadi motor penggerak di masyarakat untuk menyuarakan pentingnya hemat listrik, air, dan bahan bakar.

Muh  Adityawarman, Sekretaris Jenderal Energy Efficentrum, menargetkan bisa menjaring 1.500 relawan dari tiga kota yakni Yogyakarta, Bandung, Surabaya. Yogya menjadi kota pertama yang didatangi.

"Kami berharap para relawan bisa menyuarakan pentingnya hemat energi, dari keluarga, teman, hingga, jika bisa, menggandeng perusahaan atau instansi untuk membuat program bersama," ujar Adit, dalam konser musik penggalangan relawan yang di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Selasa (24/11).

Eddie Widiono, Ketua Pelaksana Timnas Penghematan Energi dan Air (HEA) mengatakan, hemat energi, di negara lain, sudah menjadi gaya hidup. Bahkan dijadikan peluang bisnis. Seperti di China, saat ini terdapat 500-an perusahaan jasa pelayanan dan konsultasi hemat energi.

"Perusahaan jasa itu mendatangi instansi atau kantor, mengajak kerja sama. Mereka menawarkan pemasangan instalasi, alat, dan lampu yang sangat hemat energi. Ternyata perusahaan bisa menekan jauh pengeluarannya. Di Indonesia, metode semacam itu belum tampak. Nah, relawan bisa berperan dalam hal ini," ujar Eddie.

Rektor UIN Amin Abdullah mengatakan, hemat energi dan air sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana.  "Misalnya, pemakaian shower ternyata lebih hemat 50 persen ketimbang menggunakan gayung air. Juga segera mematikan lampu jika selesai dipakai," ucap Amin.

Jika di setiap kecamatan terdapat 4-5 relawan, menurut Amin, itu sudah jumlah yang cukup. Di kampus, gerakan hemat energi juga mesti kencang disuarakan, mulai dari dosen, karyawan, dan mahasiswa. Tagihan listrik di UIN yang per tahunnya Rp 1,5 miliar, menurut dia, mestinya bisa ditekan jauh.

Hemat BBM, mestinya juga mulai digencarkan. "Konsumsi energi, 53 persen disumbang BBM. Ini harus ditekan jauh karena sumber alam minyak akan habis," kata Eddie seraya menyebut bahwa bersepeda adalah salah satu cara hemat energi.

Penulis: PRA   |   Editor: made Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.