
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gebrakan baru dilakukan Tim Nasional Penghematan Energi dan Air yang bekerja sama dengan Energy Efficentrum. Mereka menggalang relawan yang akan menjadi motor penggerak di masyarakat untuk menyuarakan pentingnya hemat listrik, air, dan bahan bakar.
Muh Adityawarman, Sekretaris Jenderal Energy Efficentrum, menargetkan bisa menjaring 1.500 relawan dari tiga kota yakni Yogyakarta, Bandung, Surabaya. Yogya menjadi kota pertama yang didatangi.
"Kami berharap para relawan bisa menyuarakan pentingnya hemat energi, dari keluarga, teman, hingga, jika bisa, menggandeng perusahaan atau instansi untuk membuat program bersama," ujar Adit, dalam konser musik penggalangan relawan yang di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Selasa (24/11).
Eddie Widiono, Ketua Pelaksana Timnas Penghematan Energi dan Air (HEA) mengatakan, hemat energi, di negara lain, sudah menjadi gaya hidup. Bahkan dijadikan peluang bisnis. Seperti di China, saat ini terdapat 500-an perusahaan jasa pelayanan dan konsultasi hemat energi.
"Perusahaan jasa itu mendatangi instansi atau kantor, mengajak kerja sama. Mereka menawarkan pemasangan instalasi, alat, dan lampu yang sangat hemat energi. Ternyata perusahaan bisa menekan jauh pengeluarannya. Di Indonesia, metode semacam itu belum tampak. Nah, relawan bisa berperan dalam hal ini," ujar Eddie.
Rektor UIN Amin Abdullah mengatakan, hemat energi dan air sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana. "Misalnya, pemakaian shower ternyata lebih hemat 50 persen ketimbang menggunakan gayung air. Juga segera mematikan lampu jika selesai dipakai," ucap Amin.
Jika di setiap kecamatan terdapat 4-5 relawan, menurut Amin, itu sudah jumlah yang cukup. Di kampus, gerakan hemat energi juga mesti kencang disuarakan, mulai dari dosen, karyawan, dan mahasiswa. Tagihan listrik di UIN yang per tahunnya Rp 1,5 miliar, menurut dia, mestinya bisa ditekan jauh.
Hemat BBM, mestinya juga mulai digencarkan. "Konsumsi energi, 53 persen disumbang BBM. Ini harus ditekan jauh karena sumber alam minyak akan habis," kata Eddie seraya menyebut bahwa bersepeda adalah salah satu cara hemat energi.