Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:51 WIB
Jumlah Hewan Kurban Diperkirakan Turun Sekitar 10 Persen
Eny Prihtiyani | jimbon | Selasa, 24 November 2009 | 19:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi: Petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging sedang memeriksa kesehatan sapi.

BANTUL, KOMPAS.com -  Kantor Departemen Agama Kabupaten Bantul memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini akan berkurang sekitar 10 persen. Alasannya, krisis yang tak kunjung selesai membuat kemampuan ekonomi masyarakat ter pengaruh. Meski jumlahnya berkurang diharapkan tidak pembagian daging kurban tetap merata, khususnya bagi kalangan tidak mampu.

Arief Haryanto dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Bantul, Selasa (24/11) mengatakan saat ini situasi ekonomi semakin sulit. Hal itu membuat sebagian masyarakat mengurungkan niatnya untuk berkurban. "Sejumlah pedagang hewan kurban sempat kami tanyai, dan mereka mengaku penjualannya lesu," katanya.

Tahun lalu jumlah kurban domba tercatat 5.978 ekor, kambing 5.972 ekor, dan sapi 2.651 ekor. Jumlah warga yang menyalurkan kurban sebanyak 30.507 orang, sementara penerima daging sebanyak 711.739 orang. Kecamatan Banguntapan menjadi kecamatan yang menyembelih hewan kurban terbanyak. Di seluruh Bantul ada 1.480 titik pemotongan hewan.

Dia mengatakan panitia selama ini sudah menerapkan sistem subsidi silang. "Daerah-daerah yang menyembelih hewan kurban banyak akan disalurkan ke daerah yang kurbannya sedikit. Biasanya yang kurbannya sedikit adalah daerah Dlingo, Imogiri, dan Pajangan. Tahun ini sistem tersebut akan tetap dilaksanakan," katanya.

Triyatno, penjual sapi untuk kurban di Desa Palbapang mengaku penjualan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun 2008 ia mampu menjual 47 ekor sapi, namun sekarang baru bisa menjual 25 ekor sapi. Ia menduga penurunan tersebut karena faktor krisis sehingga jumlah warga yang berkurban menurun.

Hal serupa juga dialami Suparman, penjual domba di Jalan Parangtritis. Menurutnya, penjualan domba diperkirakan turun hingga 15 persen.

"Padahal dari segi harga kami tidak terlalu banyak menaikkan. Kenaikannya masih wajar yakni sekitar Rp 100.000 dari harga normal," katanya. 

 

 

Advertorial
»