KEDIRI, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur menyatakan ketiga arca yang ditemukan di Dusun Semen, Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, adalah asli. Arca itu diperkirakan berasal dari Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Majapahit.
"Ketiga arca itu meliputi dua buah arca makara yang berfungsi sebagai Jaladwara (saluran air) dan sebuah arca dewa," ujar Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur Aris Soviyani, Selasa (24/11) di Kediri.
Arca makara yang ditemukan berbentuk binatang dalam mitos sajarah Hindu yakni perpaduan antara seekor Naga dan seekor ular. Tinggi arca mencapai 102 cm, panjang 103 cm dan memiliki lebar 47 cm. Adapun ciri ekonografinya memiliki rambut ikal, mulut terbuka, tampak gigi dan taring, mata bulat melotot dan bagian hidung hilang.
Sedangkan arca dewa yang ditemukan diduga berbentuk Wisnu. Arkeolog kesulitan menetapkan bentuk arca sebab bagian kepalanya hilang. Namun secara kasat mata terlihat arca itu adalah arca dewa yang sedang menaiki sesuatu yang diduga garuda.
Arca dewa ini memiliki tinggi 71 cm, panjang 45 cm dan tebal 35 cm. Bagian belakang arca berlubang tembus ke depan, dengan ukuran lebar 25 cm dan tinggi 22 cm.
Ketiga arca ditemukan oleh Judi (64) mantan guru agama di Sekolah Dasar yang mendapat mimpi untuk menggali tanah di tepi sungai di desanya. Arca dewa ditemukan di kedalaman dua meter pada 11 November 2009. Sedangkan arca makara ditemukan tahun 1974 dan baru digali lagi pada 11 November 2009.


