
INDRAMAYU, KOMPAS.com - Tiga nelayan Indramayu hilang di sekitar perairan Karawang karena diterjang ombak, yang diperkirakan terjadi Minggu (22/11). Hingga kini, tiga nelayan bersama kapalnya KM Sri Mulya, itu belum ditemukan.
Kepala Kantor Administrasi Pelabuhan Indramayu Sukiman, Selasa (24/11), tiga dari delapan anak buah kapal dan nakhoda KM Sri Mulya hilang di sekitar perairan Karawang, tepatnya di posisi 05.03.30 lintang selatan dan 107.51.30 bujur timur.
Ketiga nelayan yang tidak selamat itu Agus, Ono, dan Wasim, semuanya warga Indramayu. Sedangkan lima orang lainnya berhasil diselamatkan kapal kargo berbendera Liberia, MV Hamsah Lanenburg saat melintasi perairan itu menuju Tanjung Priok, Jakarta.
Kelima nelayan yang selamat kemudian dibawa ke kantor Administrasi Pelabuhan Tanjung Priok untuk dimintai keterangan. "Menurut nahkodanya, kapal mereka ikut hilang setelah diterjang ombak," kata Sukiman yang mendapat informasi dari Adpel Tanjung Priok.
Kapal nelayan ini berangkat Jumat (13/11) dengan tujuan perairan utara Jawa Barat sampai Jakarta. Diperkirakan, kapal bermuatan 6 gross ton dan panjang 11 meter itu dihantam ombak besar sekitar hari Sabtu-Minggu.
Ombak besar itu muncul karena perubahan musim, yaitu dari angin timur menuju angin barat. Biasanya, saat perubahan musim, November-Desember, hujan yang deras disertai angin kencang sering kali terjadi di perairan laut lepas. Namun, berdasarkan laporan BMKG, angin kencang dan gelombang tinggi di perairan utara Jawa belum terjadi selama satu minggu terakhir
Tetapi, kata Sukiman, meski seminggu ini angin kencang baru terjadi di Selat Sunda dan perairan Kepulauan Riau, ada kemungkinan imbas angin dan ombak besar tersebut sampai ke perairan Karawang. "Saat ini, perairan di Indramayu masih aman untuk berlayar, tetapi nelayan tetap harus waspada," tambah Sukiman.