KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Sparringa: Saya "Juru Dengar" Presiden
Selasa, 24 November 2009 | 14:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Sejak dilantik sebagai Staf Khusus Presiden pada 20 November 2009, Dr Daniel Th Sparringa, MA menyebut dirinya sebagai "juru dengar".
    
"Sebagai staf khusus bidang komunikasi politik, saya menyebut diri saya sebagai juru dengar, juru pandang, dan juru suara Presiden," kata Daniel Th Sparringa melalui telepon, Selasa (24/11).
    
Sosiolog Universitas Airlangga, Surabaya, itu menyebut dirinya bukan juru bicara, melainkan "jembatan" antara Presiden dan publik. "Kalau juru bicara itu berbicara tentang apa saja yang menjadi kebijakan, sedangkan saya berbicara bila ditanya wartawan," tutur alumni The Flinder University, Australia, itu.    
    
Staf pengajar Unair kelahiran Sidoarjo, 25 Juni 1959, itu menegaskan bahwa dirinya akan lebih banyak mendengar suara-suara publik. "Hasil dari situ akan saya sampaikan kepada Presiden dalam bentuk pandangan saya, tapi kalau ada wartawan yang bertanya, ya akan saya sampaikan," ujarnya.
    
Dengan cara itu, ungkap suami Dendawarti Sparringa dan bapak dua anak itu, kapasitas Presiden akan meningkat dan upaya pertama yang dilakukan adalah membantu Presiden dalam menyikapi kasus 2-BC, yakni Bibit-Chandra dan Bank Century.
    
Jadi, peneliti tentang demokrasi dan nasionalisme itu berada di balik sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kasus Bibit-Chandra dan kasus Bank Century yang disampaikan pada Senin (23/11) malam.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.