Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 04:31 WIB
Penyandang Cacat Minta Dimanusiakan
Ingki Rinaldi | made | Senin, 23 November 2009 | 20:31 WIB
|
Share:

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Penyandang cacat tubuh di Kabupaten Mojokerto, Senin (23/11) meminta agar masyarakat bisa menerima kehadiran mereka. Hal itu terkait dengan sikap sebagian warga yang cenderung melakukan penolakan terhadap aktivitas yang hendak atau dilakukan para penyandang cacat tubuh.

Lina (19), salah seorang penyandang cacat tubuh mengatakan, saat ini ia menginginkan bisa cepat beroleh pekerjaan. "Ya, saya sudah selesai sekolah, mau kerja," kata Lina yang akibat kecelakaan pada 2008 harus kehilangan sebelah kakinya.

"Ya, sekarang kerja seadanya," kata Heri (36), salah seorang penyandang cacat tubuh yang bagian kakinya harus diamputasi karena mengalami kecelakaan. Heri yang bagian tangan kanannya juga tidak berfungsi normal, dulunya adalah seorang sopir.

Pada hari itu, Heri yang termasuk dalam 40 orang penyandang cacat tubuh di Kabupaten Mojokerto beroleh bantuan kaki palsu atau tangan palsu. Penyerahan bantuan dari Departemen Kesehatan RI itu dilakukan di kantor Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto. "Harapannya agar (penyandang cacat) bisa menghidupi dirinya sendiri," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Yudha Hadi.

Ia menambahkan, selama ini memang relatif terdapat kesulitan yang dialami penyandang cacat seputar kondisi cacat tubuh yang dimiliki. Para penyandang cacat diangap tidak bisa melakukan sejumlah pekerjaan yang biasa dan bisa dilakukan orang-orang yang memiliki anggota tubuh lengkap.