Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 12:32 WIB
Lumajang dan Jember Berpotensi Banjir
Aloysius Budi Kurniawan | made | Senin, 23 November 2009 | 19:45 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS.com - Berdasarkan peta citra satelit, pada bulan November ini, Kabupaten Lumajang dan Jember di Jawa Timur masuk dalam kategori tertinggi daerah potensi rawan banjir. Curah hujan tinggi yang mengguyur Gunung Argopuro dikhawatirkan berpotensi menjadi banjir bandang jika aliran sungai di sekitarnya tak mampu menampung debit air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Provinsi Jatim Mustofa Chamal Basya mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), serta Departemen Pekerjaan Umum memprediksi curah hujan tertinggi di Jawa Timur akan terjadi di Kabupaten Lumajang dan Jember.

"Pada bulan November ini curah hujan akan tinggi tapi bersifat lokal. Jika sungai-sungai tak mampu menampung air dari perbukitan Gunung Argopuro, maka banjir akan melanda sekitar Kabupaten Lumajang dan Jember," ucapnya, Senin (23/11) di Surabaya.

Di dua kabupaten tersebut, terdapat delapan kecamatan yang diprediksi masuk dalam kategori tertinggi rawan banjir. Beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang yang rawan adalah Kecamatan Kencong, Kecamatan Jatiroto, dan Kecamatan Yosowilangun. Sedangkan di Kabupaten Jember beberapa kecamatan yang rawan banjir adalah, Kecamatan Gumuk Mas, Kecamatan Panti, Kecamatan Rambipuji, Kecamatan Sukorambi, dan Kecamatan Tanggul.

Pada musim hujan tahun lalu, banjir sempat menjebol tanggul di Sungai Tanggul, Kecamatan Tanggul sepanjang 100 meter. Untuk mengatasi ancaman serupa, Dinas PU Pengairan telah membangun tanggul tersebut.

"Pembersihan dan perbaikan saluran air sudah dilakukan. Tapi, masalahnya banjir selama ini bukan sekadar melanda sungai tetapi langsung ke kampung karena kawasan perbukitan Gunung Argopuro yang gundul," papar Mustofa.

Di Kabupaten Lumajang, beberapa sungai yang dikhawatirkan mengalami banjir, antara lain Sungai Bedadung, Tila, dan Jatiroto. Sementara di Kabupaten Jember beberapa sungai yang sering meluap saat musim hujan seperti Kali Silo dan Kali Tila yang keduanya bermuara di Kali Mayang.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, untuk mengatasi banjir bandang dari arah pegunungan Argopuro ke Kabupaten Lumajang dan Jember telah dibangun beberapa embung. Harapannya, air tak langsung melanda daerah lembah dan tertahan di embung-embung sehingga tak mengakibatkan banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah Jatim Haryogi menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim SAR, TNI, Polri, hingga Satpol PP untuk melakukan upaya tanggap darurat jika sewaktu-waktu terjadi banjir di sekitar Jatim.