MEDAN, KOMPAS.com - Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil sikap tegas untuk tidak menerima mahasiswa jalur penelusuran minat dan prestasi dari daerah-daerah yang enggan bekerja sama dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Menurut Rektor USU Prof Chairuddin P Lubis, instusinya tersinggung dengan sikap daerah-daerah yang tidak mau bekerja sama dalam proses seleksi CPNS. Chairuddin mengakui, salah satu alasan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara enggan bekerja sama dalam seleksi CPNS adalah USU dianggap tak berkualitas dan bermasalah.
Faktanya, menurut Chairuddin, USU justru bersikap transparan dan tak menolerir terjadinya kecurangan dalam seleksi CPNS. Akibat transparansi USU ini, peluang pejabat daerah mencurangi seleksi CPNS jadi nihil.
"Begitu lembar jawaban tes CPNS masuk ke sistem komputer kami, masyarakat bisa langsung melihat hasil rangkingnya. Ini yang tak mungkin dimanipulasi . Jadi, terlihat si A atau si B yang lolos tes seleksi CPNS. Mungkin karena inilah, daerah-daerah jadi enggak suka," ujar Chairuddin di Medan, Senin (23/11).
Namun, lanjut Chairuddin, yang membuat USU tersinggung adalah daerah-daerah yang enggan bekerja sama dalam proses seleksi CPNS itu beralasan, bahwa USU tidak kredibel dan berkualitas. Bahkan, tambah dia, ada salah satu daerah yang tak pernah bekerja sama dengan USU dalam proses seleksi CPNS, tetapi menyatakan proses seleksi CPNS banyak terdapat kesalahan.
"Bagaimana bisa USU dibilang banyak kesalahan dalam proses seleksi CPNS, sementara daerah tersebut sama sekali belum pernah bekerja sama dengan kami," ujarnya.
Menurut Chairuddin, sikap pemerintah daerah yang cenderung melecehkan kredibilitas USU tersebut membuat pihaknya bersikap tegas. "Kami menolak menerima mahasiswa jalur PMP (penelusuran minat dan prestasi) dari daerah yang menganggap kami tak berkualitas," kata dia.
"Buat apa putra-putra daerah tersebut kuliah di USU kalau pejabat daerahnya menganggap kami tak berkualitas," tambahnya.
