GORONTALO, KOMPAS.com — Produksi jagung sebagai komoditas unggulan Provinsi Gorontalo pada 2009 diprediksi mengalami penurunan hingga 20,47 persen.
Data dari perhitungan angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, produksi jagung hingga akhir tahun diperkirakan sebanyak 599 ton pipilan kering atau turun sebanyak 154.576 ton. "Angka tersebut dibandingkan dengan produksi tahun 2008 sebanyak 753.598 ton pipilan kering, sehingga turun 20,47 persen," kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Soegarenda, Jumat (20/11).
BPS memperkirakan, penurunan produksi tersedut diakibatkan pencapaian luas panen yang hanya sekitar 128.786 hektar, atau turun 17,67 persen. Demikian pula produktivitas komoditas tersebut juga mengalami penurunan sebesar 1,64 kuintal per hektar atau sebesar 3,40 persen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengakui bahwa produksi jagung tahun 2009 belum mencapai target. "Kami menargetkan produksi tahun ini sebesar 800.000 ton, namun yang tercapai hingga Oktober baru sekitar 500.000 ton," ujar Gusnar.
Menurut dia, hal itu disebabkan oleh panjangnya musim kemarau yang tak memungkinkan petani untuk terus menanam pascapanen.
Namun, kata dia, pihaknya masih akan mengejar target tersebut tercapai hingga akhir tahun. Untuk itu, pada November 2009 Pemprov mencanangkan penanaman jagung serentak di seluruh wilayah Gorontalo. Pada 2010, Gorontalo menargetkan produksi jagung hingga satu juta ton.