KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Muatan Seni Budaya di Pendidikan Formal Tak Imbang
Minggu, 22 November 2009 | 21:00 WIB

 

 

 

MOJOKERTO, KOMPAS.com- Muatan pengajaran seni dan budaya dalam pendidikan formal dinilai kurang. Terdapat kekosongan yang membuat materi akademis yang diterima siswa menjadi tidak seimbang.

Demikian yang terangkum dalam perbincangan dengan perupa dari Mojokerto Art Club di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/11). Salah seorang perupa penggiat komunitas itu, Nanang Warhol yang selama tiga tahun terakhir membuka kegiatan kursus seni rupa bagi anak-anak menyebutkan kekosongan terjadi karena sesungguhnya masyarakat memiliki kebutuhan terhadap hal itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Mohammad Talqin, saat dihubungi menolak anggapan kurangnya muatan pengajaran seni dan budaya dalam sistem pendidikan formal. Ia mengatakan, muatan akademis dalam sistem pendidikan disesuaikan dengan kurikulum nasional dan muatan lokal.

"Muatan lokal ini kita sesuaikan dengan daerahnya. Jika banyak komunitas muslimnya, maka kesenian hadrah yang kita ajarkan. Demikian pula di daerah-daerah lain, saya rasa kalau kekurangan tidak sampai terjadi," ucap Talqin.

Penulis: INK   |   Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.