MOJOKERTO, KOMPAS.com- Muatan pengajaran seni dan budaya dalam pendidikan formal dinilai kurang. Terdapat kekosongan yang membuat materi akademis yang diterima siswa menjadi tidak seimbang.
Demikian yang terangkum dalam perbincangan dengan perupa dari Mojokerto Art Club di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/11). Salah seorang perupa penggiat komunitas itu, Nanang Warhol yang selama tiga tahun terakhir membuka kegiatan kursus seni rupa bagi anak-anak menyebutkan kekosongan terjadi karena sesungguhnya masyarakat memiliki kebutuhan terhadap hal itu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Mohammad Talqin, saat dihubungi menolak anggapan kurangnya muatan pengajaran seni dan budaya dalam sistem pendidikan formal. Ia mengatakan, muatan akademis dalam sistem pendidikan disesuaikan dengan kurikulum nasional dan muatan lokal.
"Muatan lokal ini kita sesuaikan dengan daerahnya. Jika banyak komunitas muslimnya, maka kesenian hadrah yang kita ajarkan. Demikian pula di daerah-daerah lain, saya rasa kalau kekurangan tidak sampai terjadi," ucap Talqin.