Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 12:22 WIB
Tanggul Ambrol Jembatan Nyaris Rubuh
Ingki Rinaldi | msh | Minggu, 22 November 2009 | 20:40 WIB
|
Share:

 

 

JOMBANG, KOMPAS.com- Tanggul penahan limpahan air daearah aliran sungai (DAS) Brantas di Dusun Jati Tambakrejo, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (22/11), ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada dini hari itu.

Yadi (80), seorang saksi kejadian menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00. "Tidak ada korban jiwa, tetapi batu bata buatan saya jadi rusak," katanya sembari menunjukkan sejumlah batu bata buatannya yang hancur berkeping-keping.

Tanggul itu merupakan pembatas antara DAS Brantas dan jalan raya yang membelah desa tersebut. Tingginya sekitar lima meter dengan pasangan batu kali dan cor beton dengan sisi terluarnya berupa gundukan tanah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat ( Bakesbangpolinmas) Kabupaten Jombang, Aswan Sarosa mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk mengatasi soal tersebut. Ia mengatakan, hal itu dikarenakan kewenangan pengelolan DAS Brantas ada pada Perum Jasa Tirta.

"Tetapi kita tidak tinggal diam, kami akan jemput bola dan nanti malam akan kami lakukan rapat koordinasi untuk menentukan formulasi penanganan kasus (penambangan liar) itu," katanya.

Sementara itu, jembatan poros utama di Dusun Sempol, Desa Labuhan, Kecamatan Plandaan pada hari yang sama juga diketahui nyaris ambruk. Pada hari Minggu itu, jembatan yang nyaris ambrol karena gerusan arus air tersebut sudah tertutup bagi lalu lintas truk dan kendaraan beroda empat.