KEDIRI, KOMPAS.com- Sedikitnya dua orang warga tewas dan satu orang mengalami luka berat akibat tertimbun material tebing yang longsor di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (22/11).
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tulungagung Rudie Christanto mengatakan, dua korban tewas adalah Nikem (49) dan anaknya Widayanti (15) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan korban luka adalah Wage (55) suami Nikem dan juga ayah Widayanti.
Mereka meninggal karena tertimbun material tebing yang longsor menimpa rumah yang ditinggali. Korban tidak sempat melarikan diri karena peristiwa longsor terjadi tiba-tiba dan berlangsung sangat cepat.
Rudie mengatakan, menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, kejadian berlangsung Sabtu (21/11) malam sekitar pukul 23.00, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak pukul 10.00 pagi. Warga mendengar suara gemuruh seperti tanah yang longsor dari arah tebing yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah korban.
Warga dan personel Linmas dibantu Satpol PP, anggota TNI bahkan tim Basarnas Kabupaten Trenggalek kesulitan melakukan evakuasi terhadap korban karena timbunan material longsor yang mencapai dua meter.
Upaya evakuasi dilakukan sejak malam hari, hanya berselang beberapa jam setelah kejadian. Warga berhasil menemukan Wage dengan kondisi seluruh badan hingga leher tertimbun tanah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Setelah itu upaya evakuasi dihentikan karena selain kondisi hujan yang masih mengguyur, tim evakuasi khawatir akan terjadi longsor susulan. Situasi juga sulit karena penerangan kurang. Ditambah lagi terjadi longsor pada akses jalan menuju ke Desa Geger.
Evakuasi akhirnya dilanjutkan kembali pada Minggu (22/11) pagi dengan mendatangkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum. Tim evakuasi baru berhasil menemukan jenazah korban pada pukul 10.00. Pertama kali yang ditemukan adalah jenazah Widayanti. Kemudian pada pukul 10.15 ditemukan jenazah Nikem.
Menurut Rudie, Desa Geger memang rawan bencana longsor karena berada di lereng pegunungan Wilis dan berada di tanah bekas perkebunan teh. Apalagi sebagian masyarakatnya tinggal di bawah tebing-tebing curam.
Rudie mengatakan, pihaknya telah mengingatkan warga agar waspada terhadap bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan. Sosialisasi terhadap warga agar tidak tidur pulas.
Warga juga diminta membuat terasiring untuk meminimalisir longsor. Bupati Tulungagung Heru Tjahjono mengatakan akan menggiatkan kegiatan reboisasi untuk mengantisipasi bencana.


