JAKARTA,KOMPAS.com - Sebanyak 292 penumpang berhasil diselamatkan dari tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10. Seluruh penumpang selamat telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Sementara empat orang lainnya, termasuk satu anak-anak ditemukan meninggal. Kepastian ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo dalam konferensi pers di gedung Departemen Perhubungan Laut, Minggu (22/11).
"Tadi saya baru dapat telepon dari Bupati Tanjung Balai Karimun, ada 292 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara dari informasi di lapangan empat orang meninggal termasuk satu orang anak," kata Sunaryo kepada wartawan.
Hingga saat ini, kata Sunaryo, Tim SAR masih terus berusaha melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya Dumai Ekspres 10 di perairan Tanjung Balai Karimun. "Tim SAR bergerak cepat. Selain itu penyelamatan juga dilakukan oleh berbagai kapal disekitar lokasi, mulai dari kapal KPLP, KRI, kapal Polri, kapal Bea Cukai, dan lainnya," kata Sunaryo.
Meski demikian, Sunaryo masih belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10. "Saya juga sudah menerima laporan bahwa cuaca di sekitar Sumatra memang sedang buruk. Tapi kami perlu mendalami lebih jauh sebelum memastikan tenggelamnya kapal tersebut," ungkapnya.
Berdasarkan data yang diterimanya, kata Sunaryo, manifes penumpang Dumai Ekpres 10 sebanyak 213 penumpang. Sementara kapasitasnya sebesar 273. Jika dibandingkan dengan jumlah korban selamat yang ditemukan sebanyak 292 , Sunaryo tak menampik jika kapal tersebut kelebihan kapasitas. "Indikasinya itu memang ada. Kalau melebihi kapasitas itu jelas memang pelanggaran. Saya akan cek lagi," katanya.


