GARUT, KOMPAS.com - Terjadinya 18 titik tanah longsor dan banjir lumpur serta batu di Kecamatan Pakenjeng, 71 km arah selatan dari pusat kota Garut sejak Jumat (20/11), hingga kini masih melumpuhkan berbagai kegiatan warga setempat.
Ratusan siswa SD/MI, SMP dan SMA dari 12 desa di wilayah kecamatan seluas 19.675, 575 hektare tersebut, dipastikan tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah akibat jalan dan tiga jembatan di daerah itu terputus total, ungkap camat setempat, Jajat Darajat didampingi Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya saat ditemui Sabtu (21/11) malam.
Ruas jalan desa, yang selama ini menjadi lintasan mobilitas dari dan ke perusahaan perkebunan milik PT. Condong, sudah tidak dapat dilalui sehingga kegiatan ekonomi warga di daerah tersebut lumpuh, katanya.
Dia mengemukakan, meski upaya pemeliharaan sarana jalan itu kerap dilakukan perusahaan tersebut, juga diharapkan adanya upaya peningkatan kualitas dari Dinas Bina Marga kabupaten.
Setiap musim penghujan dipastikan di wilayah ini terjadi tanah longsor, tanah bergerak bahkan banjir lumpur serta batu, katanya.
Wilayah yang dihuni oleh 18.669 kepala keluarga (KK) atau 67.425 jiwa tersebut, sangat memerlukan peralatan berat yang setiap saat dapat disiagakan.
Sekitar ratusan kilometer ruas jalan desa tersebut, sebagian besar berkondisi rusak berat juga banyak terdapat gorong-gorong besar yang tersumbat, akibat kurang mendapatkan pemeliharaan sehingga setiap diguyur hujan deras, air dan lumpur meluap memenuhi badan jalan setinggi puluhan centi meter.
Kondisi tersebut diperparah kerap banyaknya pohon tumbang sepanjang ruas jalan, bahkan sering badan jalan menjadi aliran air nyaris menyerupai sungai, katanya. Sehingga untuk dilintasi pejalan kaki pun sangat sulit, apalagi dilewati berbagai jenis kendaraan bermotor padahal selama ini mobilitas pemasaran hasil pertanian tanaman pangan warga setempat cukup tinggi.
Termasuk masyarakat pedagang setempat, yang setiap hari pula harus berbelanja ke kota kecamatan dan kabupaten, sering terhambat kondisi ruas jalan desa yang acap tertimbun tanah longsor atau terputus total.


