KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pemilihan Presiden IDI Kacau
Laporan wartawan KOMPAS FX. Laksana Agung S
Sabtu, 21 November 2009 | 22:11 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemilihan Presiden Ikatan Dokter Indonesia dalam Muktamar Dokter Indonesia di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/11) malam, berlangsung kacau. Berbagai polemik hingga interupsi berulang kali terjadi.

Salah satu polemik yang meruncing adalah persoalan kelunasan iuran anggota. Ada kubu yang berkeyakinan hanya daerah yang telah melunasi iuran yang berhak memberi suara. Kubu lain bersikeras sebaliknya. Hujan interupsi terjadi hampir satu jam.

Akhirnya, pimpinan sidang memutuskan voting. Hasilnya, mayoritas peserta muktamar menghendaki agar daerah yang telah melunasi iuran saja yang berhak memberikan suara. Iuran setiap dokter anggota IDI adalah Rp 10.000 per bulan. Dibayarkan secara kolektif oleh cabang.

Dari 13 nama bakal calon, tiga di antaranya tidak hadir dan seorang hadir tapi menyatakan tak bersedia. Dengan demikian calon sah sebanyak sembilan kandidat.

Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.