
SAMARINDA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur, KH Zaini Naim meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh film 2012.
"Saya minta warga tidak terpengaruh film 2012 yang menggambarkan hari kiamat yang akan terjadi pada 2012," kata Zaini Naim di Samarinda, Sabtu (21/11).
Film berdurasi 120 menit yang dibintangi John Cusack dan Amanda Peet tersebut, kata Zaini, hanya cerita fiksi dan tidak menggambarkan fakta tentang kiamat yang sesungguhnya. Kiamat sesuai yang tercantum dalam Al Quran, kata Zaini Naim, adalah berakhirnya kehidupan di dunia, dan selanjutnya manusia akan dibangkitkan untuk mempertangungjawabkan perbuatannya selama di dunia.
"Jadi, tidak satupun mahluk hidup yang bisa lolos dari kiamat. Sebab, itu adalah akhir dari kehidupan mahluk di dunia. Kiamat bisa kapan saja terjadi sehingga kita tak perlu percaya dengan film itu," katanya.
Zaini mengatakan, yang digambarkan dalam film 2012 jelas bukan hari kiamat sebab masih ada yang selamat. "Itu hanya khayalan yang sehingga kita tidak boleh mempercayainya," ujar Zaini Naim.
Kiamat menurut pandangan Islam, kata dia, merupakan rahasia Allah dan tidak satupun manusia yang bisa mengetahui kapan datangnya.
"Kiamat telah ditentukan oleh Allah dan semuanya telah disebutkan dalam Al Quran. Jadi, kita tak perlu mempercayai isu tentang kiamat pada 2012," ujarnya.
Zaini juga meminta masyarakat dan media massa tidak terlalu menggembar-gemborkan film 2012 dan isu kiamat tersebut. "Setiap mahluk di dunia ini pasti akan merasakan kiamat. Jadi saya meminta isu kiamat tidak perlu dibesar-besarkan sebab akhir kehidupan itu mutlak," katanya.