KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Walah, Pelamar CPNS Pakai Ijazah Palsu
Jumat, 20 November 2009 | 22:39 WIB

POLMAN, KOMPAS.com - Sebagian pelamar pada penerimaan CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga menggunakan ijazah palsu.

Kepala Bidang Antusija Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Polman, Andi Amrin, Jumat (20/11) mengatakan, sebagian besar ijazah palsu tersebut menunjukkan, pelamar lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Sejak para pelamar menyerahkan berkas-berkas yang dipersyaratkan, kami terus melakukan pemeriksaan, dan ditemukan beberapa kejanggalan pada ijazah yang berasal dari UNM," jelasnya.

Karena itu, pihak BKDD akan melakukan koordinasi dengan UNM untuk meminta penjelasan atas ijazah yang diduga palsu tersebut.

"Kami tidak bisa memutuskan apakah ijazah ini palsu atau tidak, sehingga untuk membuktikannya harus dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kampus yang mengeluarkan ijazah tersebut," terangnya.

Selama melakukan koordinasi dengan pihak UNM, pelamar yang diduga menggunakan ijazah palsu tetap mendapatkan kartu ujian dan bisa mengkuti proses seleksi berikutnya.

"Jangan sampai kami tidak memberikan kartu ujian, namun ternyata ijazah tersebut memang asli. Kalau seperti ini justru akan merugikan para pelamar," ungkapnya.

Sebaliknya jika dari hasil koordinasi tersebut terbukti mereka menggunakan ijazah palsu, maka proses seleksi bisa dihentikan, dan selanjutnya akan diproses secara hukum.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan kepolisian jika benar terjadi penggunaan ijazah palsu dalam penerimaan CPNS kali ini.

"Hal tersebut juga merupakan peringatan bagi seluruh warga yang akan melamar CPNS tahun yang akan datang, agar tidak menggunakan ijazah palsu, karena akibatnya akan menjadi sangat fatal," imbuhnya.

Editor: bnj   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.