MAMUJU, KOMPAS.com - Bantuan bibit kakao yang dijanjikan pemerintah akan diberikan kepada petani di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Sulbar hingga kini belum diterima.
Salah seorang petani di wilayah Kecamatan Tobadak, sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju, Rusno, Jumat (20/11) mengatakan, bantuan bibit kakao untuk petani yang dijanjikan pemerintah belum diberikan.
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mamuju sebelumnya menjanjikan memberikan bantuan bibit kakao kepada petani di Kecamatan Tobadak.
Bantuan tersebut merupakan program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao (Gernas Pro Kakao).
Gernas Pro Kakao merupakan program yang dicanangkan Wapres Jusuf Kalla untuk peningkatan mutu dan produksi di wilayah ini, dengan anggaran sekitar Rp 247 miliar untuk wilayah Sulbar sedangkan kabupaten Mamuju sekitar Rp 51 milar.
Namun program bantuan bibit sebagai bagian dari Gernas Pro Kakao, tersebut belum juga diberikan pemerintah, padahal bantuan tersebut dijanjikan akan diberikan mulai Juni 2009.
"Sebagian petani di wilayah Tobadak telah menebang pohon kakaonya, dengan harapan akan menerima bibit yang baru dari pemerintah. Namun hingga bulan November ini, dimana masa penggunaan anggaran tahun ini akan segera habis, bantuan itu tak kunjung tiba. Kami khawatir bantuan tersebut tidak turun," ujarnya.
Karena petani terlanjur menebang tanaman kakao yang mencapai ratusan hektare, mengalami kerugian yang cukup besar hingga mencapai jutaan rupiah.
Disamping tidak dapat berproduksi selama enam bulan dari tanaman kakao yang sudah ditebang tersebut, mereka juga kehilangan pohon kakao yang menjadi harapan hidupnya.
Oleh karena itu ia meminta pemerintah segera menyalurkan bibit kakao untuk petani di wilayah itu menggantikan tanaman kakao mereka yang sudah ditebang.
"Jika pemerintah tidak memberikan bibit secepatnya maka kami tidak akan memiliki pencaharian lain dan bersiap menjadi pengangguran. Sebab kakao sudah kami ditebang, karena dijanji akan diberikan bibit oleh pemerintah," ujarnya.


