GRESIK, KOMPAS.com - Enam Kepala Desa se-Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Jumat (20/11) mendeklarasikan Jambanisasi untuk 100 persen warganya. Kepala Desa Mondoluku, Sumbergede, Kesambenkulon, Watestanjung, Sooko dan Pedaganangan menyatakan siap mengubah kebiasaan masyarakat untuk bebas dari buang air besar di sembarang tempat. Melalui program jamban sehat diharapkan agar masyarakat Wringinanom mempunyai jamban layak dan membiasakan hidup sehat.
Deklarasi Open Defecation Free (ODF) itu dilaksanakan di halaman Puskesmas Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom Gresik dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-45 dengan tema Lingkungan Sehat Rakyat Sehat . Kegiatan itu dihadiri Bupati Gresik, Robbach Ma 'sum, Koordinator Water Sanitation Program (WSP) Provinsi Jawa Timur, Saputro dan pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Bupati Gresik, Robbach Ma'sum memuji deklarasi enam kepala desa di Kecamatan Wringinanom. "Kami harap seluruh kades dan Camat di wilayah lainnya meniru apa yang telah dilaksanakan oleh enam Kades di Wringinanom ini," kata Robbach.
Ketua Panitia Pelaksana Hari Kesehatan Nasional Kabupaten Gresik, Husnul Khuluq mengatakan tema lingkungan sehat rakyat sehat dimaksudkan untuk mengubah perilaku masyarakat agar hidup sehat. "Kami bekerja sama dengan water sanitation program untuk mencipta kan sanitasi total masyarakat. Kami berharap ke depan akan ada peningkatan kwalitas kesehatan masyarakat," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Ma'ruf Syaroni menjelaskan program ini digagas sejak Agustus 2009. Sosialisasi dilaksanakan sejak 18-21 Agustus 2009. Saat itu Dinkes Gresik melatih 60 orang tukang untuk membangun jamban sehat.
Dalam kurun waktu dua bulan terjadi peningkatan jumlah jamban keluarga lebih dari 50 persen. Mulanya sebelum program ini dilaksanakan, ada sekitar 4.000 jamban. Saat ini jumlahnya telah meningkat mencapai 6.800 jamban sehat. "Diharapkan ini bisa mengubah perilaku hidup sehat masyarakat," kata Ma'ruf.


