Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:27 WIB
Depkes-IDI Kerja Sama Tempatkan Dokter PTT
| acandra | Jumat, 20 November 2009 | 13:25 WIB
|
Share:

PALEMBANG, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, untuk mengoptimalkan program dokter pegawai tidak tetap (PTT), pihaknya mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bekerja sama melaksanakan program tersebut.

"Saat ini jarang sekali dokter muda yang mau menjadi PTT di tempat-tempat terpencil dan daerah tertinggal sehingga kerjasama dengan IDI diharapkan mampu mendorong program tersebut terealisasi," katanya ketika menjadi pembicara pada Muktamar ke-27 IDI di Palembang, Jumat (20/11).
 
Menurut dia, untuk mendorong minat dokter muda mengabdikan diri di daerah terpencil dan tertinggal pihaknya akan memberikan insentif, beasiswa program spesialis, dan fasilitas lainnya.

Mudah-mudahan dengan perbaikan fasilitas, pemberian insentif, dan beasiswa spesialis tersebut banyak dokter yang mau ikut program PTT, tambah dia.

Ia mengatakan, bantuan IDI sangat mereka harapkan untuk merealisasikan program mendorong pengabdian dokter bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan tertinggal.

Dengan demikian, target memperkuat peranan dokter menjadi tenaga kesehatan yang promotif, preventif, dan edukatif bisa terlaksana demi kepentingan masyarakat, katanya.

Dia menjelaskan, program dokter PTT sangat penting untuk mendukung terlaksananya berbagai program untuk mendorong kesehatan masyarakat Indonesia. "Karena dokter merupakan ujung tombak menciptakan rakyat yang sehat dan sejahtera," ujarnya.

Endang menambahkan, Depkes pun akan terus menerbitkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dengan membuat program-program untuk mendorong kesehatan masyarakat.

Untuk itu, ke depan pihaknya menargetkan program kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal, tambahnya.

Selain menjadi pembicara pada Muktamar IDI ke-27 di Palembang tersebut, Menkes juga meresmikan Rumah Sakit dr Muhammad Husin Palembang naik menjadi kelas A, dan pusat pelayanan kesehatan terpadu dan pusat pelayanan otak dan jantung.

Sumber :
Ant