MAUMERE, KOMPAS.com - Dalam kunjungannya ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara akan melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang unik di daerah tersebut. Dua di antaranya adalah lokasi pembuatan kerajinan gading gajah dan gereja tua.
Anggota tim dari organisasi Pencinta Alam Wanadri, Komunitas Rumah Nusantara, wartawan Kompas Iwan Santosa, dan fotografer Lucky Pransiska telah bertolak dari Maumere sejak Jumat (20/11) pukul 08.00 WIT. Sebelum ke dua tempat tersebut, mereka akan mengunjungi sekolah-sekolah di Kabupaten Sikka, NTT yang dikenal masih terlantar.
"Banyak sekolah di sini yang rasio guru dan murid sangat kecil, satu atau dua guru bis mengajar satu sekolah," ujar Iwan Santosa melalui telepon. Namun, sebagian besar guru di sana kebanyakan putera daerah.
Usai mengunjungi sekolah-sekolah tersebut dan melihat kegiatannya, tim segera menuju tempat pembuatan gading gajah. Di Pulau Flores terdapat tradisi yang menjadikan kerajinan gading gajah sebagai mas kawin dalam bentuk kalung atau aksesoris lain untuk perempuan.
Tradisi tersebut masih dilakukan terutama para kaum bangsawan Flores. Bahan gading yang dipakai saat ini berasal dari gading peninggalan zaman dulu. Namun, kabarnya mereka juga mendapat pasokan gading baru dari luar.
Objek kunjungan ketiga adalah gereja tua yang tercatat sebagai gereja pertama buatan bangsa Portugis di Flores. gereja tersebut merupakan salah satu objek sejarah yang terkenal di Pulua Flores dan sampai sekarang masih digunakan.
Dari Flores, tim ekspedisi akan melanjutkan penjelajahannya ke pulau terluar lainnya. "Nanti malam atau besok kapal berangkat ke Lembata atau langsung ke Alor," ujar Iwan.


