Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:11 WIB
Jamur Raksasa Itu Akhirnya Hilang Satu
Benny N. Joewono | bnj | Rabu, 18 November 2009 | 21:10 WIB
|
Share:

KONTAN/CHEPPY A MUCHLIS
Ilustrasi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satu batang jamur raksasa dari jumlah selurunya 14 batang jamur yang tumbuh di Dusun Batunungul, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu hilang.

Salah seorang pejaga jamur raksasa, Engkus kepada wartawan, Rabu mengatakan hilangnya satu batang jamur berdiameter 50 centimer diketahui Selasa pagi.

"Ketika saya cek jamur yang berada dibawah tumpukan antara jamur lainnya sudah hilang," katanya Rabu (18/11).

Ia menduga jamur tersebut hilang akibat ulah orang yang ingin memiliki jamur raksasa, yang dinilai langka dan unik dan tumbuh di tepi jalan warga.

"Jamur raksasa berwarna putih ini baru pertama kali terjadi tumbuh di kota Tasikmalaya. Sehingga membuat warga setempat dan warga diluar desa ingin melihat," kata Engkus.

Hilangnya satu batang jamur diperkirakan Senin malam, saat warga yang menjaga lokasi ditemukan jamur, ketiduran. "Mungkin hilangnya jamur ketika warga yang berjaga secara bergantian sedang tertidur," katanya.

Peristiwa hilangnya satu batang jamur raksasa ini membuat warga meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan beberapa orang setiap jam jaga malam.

Dijaganya jamur raksasa karena warga menilai sesuatu tumbuhan yang langka dan berharga sehingga perlu perawatan secara khusus agar jamur tersebut tidak rusak dan layu.

Perawatan dilakukan dengan memasang terpal di atas jamur untuk menghindari curah air hujan yang dikhawatirkan dapat merusak bagian atas jamur.

"Warga disini menjaganya dengan hati-hati bahkan warga yang ingin melihat tidak boleh menyentuhnya," katanya.

Sementara itu sekretaris dinas pertanian dan peternakan kota Tasikmalaya, Us Taufik mengatakan, jamur yang tumbuh besar tersebut akan diteliti dengan melibatkan ahli tanaman dan tumbuhan.

"Dalam catatan dinas pertanian tidak pernah terjadi tumbuh jamur sebesar itu, makanya perlu dilakukan penelitian," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keberadaan tumbuhan jamur yang tumbuh besar tetap utuh, untuk memperlancar proses penelitian.

"Jika tumbuhnya lama akan dilakukan penelitian tapi kalau sudah layu, minimal kita sudah mendokumentasikan bahwa jamur raksasa pernah tumbuh disini," katanya.

Sumber :
ANT