Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 11:50 WIB
Helikopter Jatuh di Pantai Marina Semarang
Heru Margianto | mbonk | Rabu, 18 November 2009 | 11:00 WIB
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS.com — Sebuah helikopter jenis NBO-105 milik Badan SAR Nasional jatuh di perairan Pantai Marina, Tanjung Mas, Semarang, Rabu (18/11) sekitar pukul 10.10 WIB, dari ketinggian lima meter.
    
Meskipun helikopter hancur dan terbenam di bawah air, dua awak dan tiga penumpang di dalam helikopter itu dikabarkan selamat. Kelimanya berhasil dievakuasi dengan menggunakan mobil Basarnas menuju RS Karyadi, Semarang.

Diduga, helikopter yang sedang terbang dalam rangka latihan penyelamatan itu terbang terlalu rendah sehingga bagian bawah heli menyentuh permukaan air dan hilang keseimbangan, sebelum akhirnya masuk ke dalam air.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi mengenai identitas dari para awak dan penumpang yang berada di dalam heli naas tersebut. Informasi dari salah satu petugas Basarnas mengatakan bahwa kelima korban yang telah dievakuasi tersebut masih dalam keadaan hidup.

BO-105 merupakan helikopter ringan bermesin ganda yang dirancang sebagai heli serba guna oleh MBB di Stuttgart, Jerman. Eurocopter sendiri terus melanjutkan produksi heli ini hingga tahun 2001, sebelum produk jenis ini digantikan oleh heli EC-135 yang lebih modern. Total BO-105 yang telah diproduksi berjumlah 1.406 (Jane’s All the World Aircrfat, 1988-1989/Plane Talking).

Helikopter yang pertama kali terbang pada 16 Februari 1967 di Ottobrunn, Jerman, ini kemudian dikembangkan menjadi beberapa versi, yaitu BO-105C, BO-105CB, BO-105CBS, dan BO-105LS. AD Jerman pernah pula membeli 212 heli BO-105 yang dibuat sebagai heli antitank. BO-105 yang digunakan secara luas ini, selain digunakan oleh militer dan polisi, juga dirancang untuk evakuasi medis dan operasi minyak lepas pantai. Terakhir, dikombinasikan dengan heli EC-225, BO-105 juga diunggulkan untuk pemadam kebakaran hutan.

Sumber :
ANT