BOJONEGORO, KOMPAS.com - Unjuk rasa ratusan warga Desa Gayam dan Ringintunggal, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu, di depan "early production facilities" (fasilitas produksi awal/EPF) minyak Blok Cepu, berlangsung ricuh.
"Cepat kita semua ke lokasi EPF, karena tuntutan kita meminta kompensasi tidak disetujui," kata koordinator unjuk rasa, Supolo, setelah bersama sejumlah perwakilan warga bertemu dengan manajeman Mobil Cepu Limited (MCL).
Dalam negosiasi itu, manajeman MCL selaku operator minyak Blok Cepu, tidak menyetujui tuntutan warga yang meminta kompensasi pascakejadian munculnya bau busuk dari EPF. Akibat bau busuk yang diperkirakan dari gas beracun itu, sejumlah warga di dekat EPF mengalami gejala muntah, pusing, dan mual-mual.
"Kalau permintaan kami, ya harus ada uang bulanan, sebab rumah saya dekat dengan minyak ini dan setiap hari tidak bisa tidur," kata Siti Rukini (45) warga desa Ringgintunggal, Kecamatan Ngasem, yang ikut unjuk rasa dengan menggendong anak kecil.
Ratusan warga yang datang sejak pukul 06:00 WIB itu, langsung menyerbu ke arah pintu masuk kedua EPF, dengan menerobos lewat samping yang dijaga puluhan petugas Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro.
Para pengunjuk rasa masuk lewat sisi bukit dan akhirnya puluhan petugas dengan berlarian langsung menjaga pintu gerbang utama EPF. Setelah ratusan pengunjuk rasa yang sebagian besar ibu-ibu dan pemuda itu berhenti di atas bukit di dekat EPF.
Di bawah komando Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Harijono, puluhan petugas dengan membawa pentungan dan tameng langsung menyerbu para pengunjuk rasa yang ada di atas bukit. Menghadapi tekanan petugas itu, para pengunjjuk rasa kocar-kacir dan kembali ke tempat awal di pintu masuk pertama di depan EPF yang jaraknya sekitar 500 meter dari pintu EPF kedua.
"Kami tidak melarang anda berunjuk rasa," kata Harijono.
Di lokasi pertama warga yang berunjuk rasa, melakukan blokade setiap kendaraan yang lewat dan melakukan aksi bakar kayu di tengah jalan. "Kami akan tetap bertahan di sini," kata Supolo.


