KOTA BENTENG, KOMPAS.com - Perjalanan Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara akhirnya tiba di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/11). Meski telah tiba sejak pukul 05.00 pagi, mereka baru dapat menginjak darat pukul 08.00 setelah menunggu air pasang. Usai merapat ke ujung selatan pulau tersebut pada pagi hari sekitar pukul 08.00, anggota tim langsung menjelajahi objek-objek menarik antara lain nekara kuno dari zaman kebudayaan perunggu di .
Benda purbakala yang berbentuk seperti gong itu tercatat sebagai nekara terbesar di Asia Tenggara. Nekara ini berukuran tinggi 92 cm dan garis tengah 126 cm. Seluruh permukaannya dihiasi dengan pola hias yang bermacam-macam seperti bintang, perahu, ikan, gajah, katak, burung merak, pohon kelapa, dan bangau.
Nekara yang ditemukan tahun 1868 itu tetap dibiarkan di tempatnya dan kawasan sekitarnya telah ditetapkan sebagai daerah konservasi. Ada seorang penjaga yang setiap hari merawat dan mengawasi keberadaan nekara tersebut. Bahkan, saat ini sedang dilakukan perbaikan fasilitas di sana.
Menurut penuturan pekerja di sana, selalu ada saja yang berkunjung ke nekara tersebut setiap hari. Kalau tidak pelajar atau mahasiswa, banyak pula warga yang datang. Bahkan ada sebagian yang menganggap benda tersebut keramat sehingga melakukan ritual di dekatnya.
Tim ekspedisi yang sedang menjelajahi pulau-pulau terluar di bagian timur Indonesia ini juga melakukan pendataan kehidupan sosial masyarakat di sana. Perjalanan dilakukan dari Desa Apatana yang menjadi lokasi sandar kapal ke Kota benteng, ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar yang berjarak sekitar 45 km, menggunakan kendaraan sewaan.
Selama perjalanan darat, hampir semua jalan yang dilalui tidak mulus. Kondisi ruas jalan selebar empat meteran memang sudah beraspal, namun kasar dan banyak kerusakan di sana-sini. Jembatan-jembatan yang melintasi sungai-sungai kering juga banyak yang kondisinya tidak bagus.
Sedianya, sepuluh orang anggota tim dari organisasi pecinta alam Wanadri, komunitas Rumah Nusantara, serta wartawan Kompas Iwan Santosa serta fotografer Lucky Pransiska akan mengunjungi industri parang di kota tersebut. Namun, hal tersebut batal dilakukan karena sudah tutup. Akhirnya, tim memutuskan kembali ke kapal untuk mempersiapkan ekspedisi selanjutnya.
Jika cuaca mendukung, kapal yang mereka tumpangi akan langsung berlayar menuju Pulau Bonerate di Taman Nasional Kepulauan Takabonerate, Sulsel. Kapal diperkirakan tiba di sana Rabu pagi.
