KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bola Mata Bayi Copot, Polisi Panggil Dokter
Selasa, 17 November 2009 | 13:03 WIB
ilustrasi

SUMENEP, KOMPAS.com - Penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, memeriksa dokter spesialis anak Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H Moh. Anwar, terkait kasus keluarnya bola mata kiri anak dari Mohammad Noryudi-Reli Hartani, Selasa.
    
Kepala Satuan Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin menjelaskan, Selasa ini, pihaknya hanya akan meminta keterangan pada salah seorang dari tiga dokter spesialis yang menangani anak tersebut sejak lahir pada 12 Oktober 2009.
    
"Dokter spesialis yang kami periksa pada Selasa ini adalah dokter spesialis anak, yakni DM. Sedangkan dua dokter spesialis lainnya, yakni kandungan dan mata, akan dipanggil pada pekan depan," katanya menambahkan.
    
Ia mengatakan, pada hari Senin (16/11), pihaknya telah meminta keterangan pada tiga perawat RSD yang merawat anak tersebut sejak lahir. "Untuk sementara, kami telah memeriksa Mohammad Noryudi, orang tua anak yang berstatus pelapor, dan empat saksi dari RSD ditambah dokter spesialis anak pada Selasa ini," katanya.
    
Mualimin juga menjelaskan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus bola mata anak yang keluar dalam perawatan di RSD. "Kami berencana memanggil saksi ahli dalam penanganan kasus ini. Sesuai keterangan yang kami peroleh dari tim medis RSD, anak tersebut lahir dalam kondisi kurang sehat dan bersifat prematur," katanya mengungkapkan.
    
Pada tanggal 24 Oktober 2009, kasus keluarnya bola mata kiri bayi tersebut dilaporkan orang tuanya, Mohammad Noryudi, kepada polisi. Dalam laporannya, Noryudi melaporkan tindakan tenaga medis RSD yang diduga mengeluarkan secara paksa bola mata kiri bayinya tanpa prosedur.
    
Sementara keterangan dari Staf Bagian Humas dan Evaluasi Pelayanan RSD Moh. Anwar Sumenep, dr Rizka Anugrah Rahadi, bola mata kiri dari anak Mohammad Noryudi-Reli Hartani yang lahir di RSD itu memang keluar dengan sendirinya.
    
Menurut Rizka, ketika lahir pada tanggal 12 Oktober 2009 itu, kondisi bayi tersebut kurang sehat dan mata kirinya memang bermasalah yang ditandai dengan keluarnya cairan dan nanah.
    
Versi RSD, bola mata kiri bayi tersebut keluar dengan sendirinya pada tanggal 22 Oktober 2009, karena bola matanya kempes.

Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.