KOMPAS
Sabtu, 20 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Bahas Listrik Byarpet, Presiden Kumpulkan Menteri
Selasa, 17 November 2009 | 12:21 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA
Pekerja laundry Saporette menunggu waktu di antara cucian yang menumpuk karena pemadaman bergilir di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (11/11). Akibat pemadaman lebih dari 4 jam, pemilik laundry harus menanggung rasa kecewa pelanggannya yang terdiri dari sejumlah hotel akibat cucian terlambat dan biaya ekstra lembur 30 karyawannya untuk bekerja hingga pagi.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/11), mengumpulkan sejumlah menteri dan pejabat untuk membahas masalah kekurangan listrik.

Rapat dimulai pada pukul 11.00 itu antara lain dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menteri ESDM Darwin Saleh, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Sebelum rapat, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Presiden ingin mendengarkan penjelasan dari para menteri terkait dan dari PLN tentang masalah pemadaman listrik yang sudah menimbulkan keluhan dari pihak industri dan warga.

Menurut Hatta, pemerintah mengupayakan solusi menyeluruh untuk menuntaskan masalah listrik yang meliputi jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan pertumbuhan listrik di Indonesia hanya 6 sampai 8 persen per tahun atau 2.000 sampai 3.000 megawatt per tahun, beban masalah kekurangan listrik tidak mungkin dilimpahkan hanya kepada PLN.

"Oleh karena itu, kami harus meng-encourage IPP (initial power purchase atau kontrak penjualan listrik) untuk bisa masuk ke sektor kelistrikan kita. Namun, 50 IPP yang kami berikan hanya 20 persen yang bisa, itu pun mengalami persoalan-persoalan di dalam keuangannya," ujarnya.

Penulis: GLO   |   Editor: Glo   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.