PEKANBARU, KOMPAS.com - Menteri Negara untuk Energi dan Perubahan Iklim Inggris, Joan Ruddock, menyatakan, kunjungan dirinya meninjau langsung lahan gambut di Riau tidak berkaitan dengan aksi Greenpeace di Semenanjung Kampar, Riau. "Tidak, tidak ada kaitan dengan aksi Greenpeace, tapi peninjauan itu telah direncanakan berbulan-bulan sebelumnya," ujarnya kepada pers di Pekanbaru, Senin (16/11) setelah meninjau lahan gambut di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Dia menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang dikunjunginya menjelang pertemuan Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009. "Itu karena masyarakat internasional juga ingin mengetahui langsung kondisi hutan dan tingkat kerusakan yang berlangsung di dunia, yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ruddock yang didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull, juga melakukan pertemuan dengan para penggiat lingkungan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal dan internasional.
Pertemuan dengan para aktivis lingkungan itu berlangsung secara tertutup dan dilakukan selama dua jam lebih. "Kami juga mendengarkan LSM, kenapa terjadi penebangan hutan dan kami juga melibatkan komunitas lokal untuk mengetahui rencana apa saja yang dilakukan demi mengurangi kerusakan hutan," ujarnya.
Pekan lalu, puluhan aktivis Greepeace melakukan penyegelan alat berat milik PT Riau Andalan Pulp and Paper sebagai bentuk menentang konversi lahan gambut menjadi hutan akasia yang dilakukan perusahaan di Semenanjung Kampar, Riau. Akibat aksi itu sebanyak 11 orang aktivis Greenpeace berkewarganegaraan asing dideportasi dari Riau pada akhir pekan lalu, sedangkan 21 orang aktivis asal Indonesia ditetapkan sebagai tersangka.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

