JAKARTA, KOMPAS.com — Pemadaman listrik bergilir di Jakarta dan Tangerang terus berlangsung akibat gangguan teknis pada trafo di Gardu Induk Kembangan dan Cawang. Kerugian instalasi akibat kerusakan trafo di kedua gardu itu mencapai Rp 92 miliar.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Fahmi Mochtar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (16/11) di Jakarta.
Sebelum terjadi gangguan teknis pada trafo-1 di GI Kembangan yang memasok listrik wilayah barat Jakarta, trafo GI Kembangan dibebani 100 persen. Saat terjadi gangguan, kehilangan pasokan daya sekitar 400 megawatt (MW). "PLN telah melaksanakan upaya pemadaman sehingga defisit menjadi sekitar 30 MW," kata dia.
Upaya yang telah dilakukan adalah mempercepat pengoperasian trafo di GI Balaraja sehingga beban trafo Kembangan dapat dialihkan sebagian ke trafo Balaraja. Pengoperasian gas turbin di Muara Karang (proyek repowering), GT 2.2 dipercepat sehingga sebagian sisa beban trafo Kembangan bisa dipasok melalui pembangkit Muara Karang. "Kerugian instalasi diperkirakan Rp 46 miliar," kata dia.
Gardu induk Cawang
Sementara itu, gangguan teknis trafo-2 di GI Cawang yang memasok wilayah timur Jakarta menyebabkan kerusakan instalasi trafo. Sebelum terjadi gangguan, trafo GI Cawang dibebani 98 persen. Saat terjadi gangguan, terjadi kehilangan pasokan daya 400 MW. "Kerugian instalasi diperkirakan Rp 46 miliar," kata Fahmi Mochtar menambahkan.
Upaya mengurangi pemadaman, antara lain, memindahkan sebagian beban trafo di Cawang yang terganggu ke trafo GI Depok, Gandul, Bekasi, dan Cibatu. Selain itu, PLN mengganti trafo GI Cawang yang terganggu dengan trafo cadangan di Krian, Jawa Timur, dan mengganti peralatan lain yang rusak.
Saat ini trafo dan peralatan lain sudah ada di Cawang dan sedang dipasang, perkembangan pekerjaan sudah 74 persen. Diperkirakan trafo itu beroperasi paling lambat 19 Desember.
