Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:01 WIB
Waduh, Ada 1.643 Penderita TBC di Makassar
| bnj | Minggu, 15 November 2009 | 22:26 WIB
|
Share:

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penderita tuberculosis (TBC) yang dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar selama Januari hingga September 2009 tercatat 1.643 jiwa.

"Data yang kami peroleh dari setiap kelurahan dan kecamatan jumlah penderita TBC sebanyak 1.643 jiwa selama Januari hingga September 2009," kata Wakil Pimpinan Program Tuberculosis, Sierli Natar, di Makassar, Minggu (15/11).

Data dari Dinkes Kota Makassar menyebutkan, pada triwulan I Januari-Maret 2009, 627 orang, triwulan kedua April-Juni, 596 orang, dan triwulan tiga Juli-September 420 orang. Jumlah keseluruhan 1.643 orang.

Penderita TBC didominasi usia produktif antara 15-54 tahun. Umumnya warga yang hidup di lingkungan kumuh dan tidak memiliki perilaku sehat rentang teridap penyakit TBC.

Penderita penyakit yang banyak menyerang paru-paru ini paling tinggi di Keluharan Pannambungan, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar.

Berdasarkan laporan dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pannambungan mulai Januari-September, jumlah penderita tuberculosis yang baru ditemukan atau Basil Tahan Asam (BTA) positif sebanyak 43 jiwa.

Sementara laporan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Maccini Sawah, Kelurahan Maccini Kecamatan Makassar, temuan penderita tuberculosis menacapai 41 jiwa.

Selain TBC dengan BTA positif, para penderita TBC dengan BTA negatif yakni para penderita dengan bekas luka akibat serangan kuman TBC di paru-parunya sebanyak dua jiwa sedangkan penderita yang mengalami kelainan paru-paru atau Basil Tahan Asam (BTA) Ronsen Positif sebanyak 33 orang.

"Kami melakukan pantauan satu kali sebulan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan dua kali sebulan di rumah sakit," ucapnya.

Sedangkan data keseluruhan dikumpulkan dari Rumah Sakit Umum (RSU) Daya, RSU Labuang Baji, RSU Regional Wahidin Sudiro Husodo, RS Faisal, RS Haji, RS Polri Bayangkara, Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat dan 37 Pusat Kesehatan Masyarakat se-Makassar.

Sumber :
ANT