KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Harimau Menyantap Anjing, Warga Ketakutan
Minggu, 15 November 2009 | 12:40 WIB
DOK KOMPAS
TERKAIT:

BENGKULU, KOMPAS.com — Warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, makin cemas akibat harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali mengganas dan masuk kampung. Harimau itu diketahui warga tengah memangsa seekor anjing di bawah rumah Duliman, sedangkan pekan sebelumnya juga dipergoki warga di sekitar desa tetangga Air Macang, kata Sirajudin, warga Maje, ketika dihubungi, Minggu (15/11).
    
Sebelum memangsa anjing warga, raja hutan tersebut sering masuk ke beberapa desa sekitar, tetapi lebih sering lagi dipergoki beberapa hari terakhir sehingga ratusan warga setempat resah dan ketakutan. "Kami betul-betul cemas melihat langsung harimau berukuran besar memangsa anjing," kata Sirajudin, menirukan ucapan warga Tanjung Aur tersebut.
    
Antisipasi bagi warga antara lain tidak keluar malam hari dan menghidupkan api unggun di setiap kampung karena dengan adanya cahaya api dan asap tersebut harimau tak mau mendekat.
    
Lebih menakutkan lagi, katanya, harimau itu tidur di bawah pondok warga di kebun sampai pagi, setelah siangnya memangsa ternak kambing warga di desa tetangga (Desa Air Macang).
    
Humas Pemkab Kaur Hanibal Saleh mengatakan, harimau yang berkeliaran itu diperkirakan betina karena sebelumnya anak harimau itu mati ditabrak mobil di poros jalan lintas barat setempat.
    
Dalam mencari anaknya, harimau itu lapar dan memangsa ternak dan anjing peliharaan warga setempat. Warga di beberapa desa dalam Kecamatan Maje diimbau selalu waspada ancaman harimau tersebut.
    
Sebelumnya warga mengusir harimau itu dengan bom molotov yang berawal dari saran petugas Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Bogor yang sedang berada di wilayah itu, sehubungan dengan adanya informasi warga setempat resah atas keberadaan harimau tersebut.
     
Awalnya suara bom itu diharapkan bisa menakutkan harimau tersebut, tetapi kenyatannya makin ganas dan sering masuk ke perkampungan warga. Melihat kenyataan itu, mengusir harimau dengan menggunakan suara ledakan dihentikan dan lebih efektif membuat api unggun dengan bahan bakar kayu.
    
Sementara itu, salah seorang pejabat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, akhir-akhir ini ada tiga harimau berkeliaran di dua daerah yaitu di Kabupaten Seluma dan Kaur.
    
Petugas sedang mengupayakan melakukan pengusiran terhadap harimau itu agar tidak mendekat perkampungan warga, tetapi di Kabupaten Kaur akhir-akhir ini sering diperegoki warga. Bahkan, satwa langka dilindungi itu memangsa ternak dan anjing peliharaan warga di beberapa desa di Kecamatan Maje, katanya.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.