SURABAYA, KOMPAS.com — Dua peserta gerak jalan Mojokerto-Surabaya (Mojosuro) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Dr Soetomo dan RSUD Dr M Soewandhie, Surabaya, karena diduga terkena hipoglikemi atau turunnya kadar gula dalam tubuh.
Menurut keterangan Ketua Umum Posko Kesehatan LSM Sapu Lidi, Hari Putri Lestari, di Surabaya, Minggu (15/11), kedua peserta yang dilarikan ke RS itu bernama Misnayan (78) dan Wijayani Rahayu (21), seorang mahasiswi dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya.
"Misnayan peserta dari Banyuwangi tiba pukul 04.00 WIB pagi ini, ia tiba-tiba pingsan di garis finis setelah menempuh rute 55 kilometer," katanya.
Selama tiga jam tidak sadarkan diri, Misnayan telah mendapatkan perawatan medis berupa pemberian cairan elektrolit melalui pemasangan infus.
Dokter Posko Kesehatan Sapu Lidi, Bayu Untoro, menjelaskan bahwa pemasangan infus terpaksa dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengganti makanan dan minuman.
Sementara Wijayani Rahayu, yang sempat dibopong oleh warga ke posko kesehatan dan dilarikan ke RSUD Dr M Soewandhi karena kondisinya tidak separah Misnayan, hanya menderita dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.
"Total jumlah peserta yang pingsan dalam gerak jalan kali ini ada empat orang, dua di antaranya parah dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara dua lainnya bisa kami tangani sendiri," katanya.
Selain empat peserta yang pingsan, terdapat sekitar 300 peserta gerak jalan memperingati Hari Pahlawan yang mengalami lecet-lecet, kram kaki, kram perut, dan gangguan pernapasan.
Beberapa peserta sepeda kayuh yang turut mengiringi aktivitas gerak jalan juga sempat mengalami luka dan lecet karena sepeda yang mereka tumpangi bersenggolan dengan sepeda lain. "Mungkin karena sudah terlalu lelah, jadi keseimbangan antara pengendara sepeda satu dengan yang lain tidak bisa dikendalikan," tuturnya.
Salah seorang peserta sepeda berjenis kelamin laki-laki berumur sekitar 50 tahun terluka setelah mencapai garis finis karena terjatuh dari sepeda.


