Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:02 WIB
Warga Tuding RAPP Dalangi Pengusiran Aktivis Greenpeace
IGN sawabi | Abi | Sabtu, 14 November 2009 | 14:50 WIB
|
Share:

GREENPEACE/JOGN NOVIS
Around 50 Greenpeace activists hold a demonstration by unfolding a 20 by 30 meter banner on the wetland forest in Kampar, Riau, Nov.12, 2009

TERKAIT:

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seorang warga Desa Teluk Meranti menuding PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dituding menjadi dalang untuk mengusir kehadiran Greenpeace di hutan rawa gambut Semenanjung Kampar, Riau.
     
Kejadian itu terungkap ketika berlangsung dialog antara kepolisian dari Polres Pelalawan, aparatur Desa Teluk Meranti, aktivis Greenpeace serta perwakilan warga desa di Kamp Greenpeace, Semenanjung Kampar, Riau, Sabtu.
     
"Pak kepala desa sudah dibayar oleh RAPP," ujar H Rusman, (57) warga Desa Teluk Meranti yang mengikuti dialog tersebut.
     
Akibat aksinya itu sempat terjadi ketegangan beberapa saat antara H Rusman dengan kepala desanya, Hasan E, sebelum akhirnya kedua orang itu dipisah oleh warga lain yang juga hadir di forum tersebut.
     
Kepala Desa Teluk Meranti, Hasan E, kemudian membantah tudingan warganya itu ditunggangi oleh RAPP dan menurutnya penolakan terhadap kehadiran Greenpeace di Semenanjung Kampar murni atas inisiatif warga.
     
Namun usai dilerai, kepada wartawan Rusman mengatakan, dirinya mendapatkan informasi bahwa setiap warga yang membubuhkan tandatangan sebagai persetujuan terhadap pengusiran Greenpeace dari kawasan itu diberi kompensasi senilai Rp 200 ribu per orang termasuk turut berpartisipasi untuk aksi.
     
Penggalangan dukungan itu dikoordinir oleh aparat desa seperti Ketua RT dan RW dari sejumlah desa yang terdapat di Kecamatan Teluk Meranti tersebut sejak akhir Oktober 2009, katanya.
     
Meski demikian, Rusman mengaku, tidak ada warga atau pun aparatur desa yang berani menawarkan penggalangan dukungan kepada dirinya karena dia termasuk bukan orang yang gampang disogok.
     
"Saya tidak ditawari karena mereka tahu bahwa saya tidak akan mau karena bukan orang mau disogok dan saya membantu Greenpeace disini murni untuk menyelamatkan lingkungan bagi cucu-cucu saya kelak," ujarnya.

Sumber :
ANT