Rabu, 26 November 2014

News / Regional

RSUD Salatiga Tangani Seorang Bayi Tanpa Tempurung Kepala

Jumat, 13 November 2009 | 16:52 WIB

SALATIGA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga, Jawa Tengah, menangani bayi yang terlahir tanpa tempurung kepala atau anencephaly. Kondisi bayi tersebut tergolong langka karena hanya bagian belakang kepala yang tak memiliki tempurung, sementara otak bayi sudah terbentuk.

"Biasanya pada penderita anencephaly, otak maupun tempurung belum terbentuk. Namun, pada kasus bayi ini otaknya sudah terbentuk. Ini yang memungkinkan bayi ini bisa bertahan hidup lebih dari 40 hari," kata Kepala Instalasi Perinatal RSUD Salatiga dr Dwi Ambarwati, Jumat (13/11).

Menurut dia, pada kasus bayi anencephaly yang otaknya belum terbentuk dan hanya memiliki batang otak, rata-rata bayi bisa bertahan hidup tidak lebih dari 1 minggu. Bayi pengidap anencephaly, menurutnya, bisa ditemukan pada satu per 1.000 kelahiran.

Sementara ini, pihaknya hanya bisa menjaga kondisi tubuh bayi bernama Yuan Putra Perdana itu tetap sehat. Tindakan medis lebih lanjut akan dilakukan dokter bedah syaraf di RS dr Kariadi Semarang, sebagai rumah sakit rujukan.

Namun, walaupun kondisi bayi itu sehat dan siap mendapat penanganan lebih lanjut, RSUD Salatiga masih akan menunggu lampu hijau dari RS dr Kariadi. Hasil komunikasi sementara, tambahnya, ruangan di rumah sakit itu masih penuh. Ambarwati mengaku, pihaknya akan terus proaktif menghubungi RS dr Kariadi.


Editor : wah