RSUD Salatiga Tangani Seorang Bayi Tanpa Tempurung Kepala - Kompas.com

RSUD Salatiga Tangani Seorang Bayi Tanpa Tempurung Kepala

Kompas.com - 13/11/2009, 16:52 WIB

SALATIGA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga, Jawa Tengah, menangani bayi yang terlahir tanpa tempurung kepala atau anencephaly. Kondisi bayi tersebut tergolong langka karena hanya bagian belakang kepala yang tak memiliki tempurung, sementara otak bayi sudah terbentuk.

"Biasanya pada penderita anencephaly, otak maupun tempurung belum terbentuk. Namun, pada kasus bayi ini otaknya sudah terbentuk. Ini yang memungkinkan bayi ini bisa bertahan hidup lebih dari 40 hari," kata Kepala Instalasi Perinatal RSUD Salatiga dr Dwi Ambarwati, Jumat (13/11).

Menurut dia, pada kasus bayi anencephaly yang otaknya belum terbentuk dan hanya memiliki batang otak, rata-rata bayi bisa bertahan hidup tidak lebih dari 1 minggu. Bayi pengidap anencephaly, menurutnya, bisa ditemukan pada satu per 1.000 kelahiran.

Sementara ini, pihaknya hanya bisa menjaga kondisi tubuh bayi bernama Yuan Putra Perdana itu tetap sehat. Tindakan medis lebih lanjut akan dilakukan dokter bedah syaraf di RS dr Kariadi Semarang, sebagai rumah sakit rujukan.

Namun, walaupun kondisi bayi itu sehat dan siap mendapat penanganan lebih lanjut, RSUD Salatiga masih akan menunggu lampu hijau dari RS dr Kariadi. Hasil komunikasi sementara, tambahnya, ruangan di rumah sakit itu masih penuh. Ambarwati mengaku, pihaknya akan terus proaktif menghubungi RS dr Kariadi.


Editorwah

Terkini Lainnya

Solusi Dedi Mulyadi Atasi Kesemrawutan di Pasar Tradisional

Solusi Dedi Mulyadi Atasi Kesemrawutan di Pasar Tradisional

Regional
Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Internasional
Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Ekspedisi Alat Musik Nusantara, Belajar Kearifan dari Gamelan

Regional
Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Kemenpora Gelar Pemanduan dan Identifikasi Bakat di Bangli

Olahraga
PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati

Nasional
Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Pedagang Blok G: Katanya Kami Mau Dipindah, tetapi Enggak Ada Kepastian...

Megapolitan
Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Peserta Kejurnas Renang Antar-perkumpulan Petrokimia Cup Meningkat

Olahraga
Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Internasional
Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Azyumardi: Saya Sarankan Kepala BNPT Jangan Hanya Perhatikan Terorisnya

Nasional
'Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini'

"Gara-gara Film Black Panther, Banyak yang Cari Baju Koko ke Sini"

Megapolitan
Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Kelelahan, Risma Hampir Pingsan Seusai Bersih-Bersih Pantai

Regional
Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Megapolitan
Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Megapolitan
Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Nasional
Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Megapolitan

Close Ads X