GARUT, KOMPAS.com — Panitia penerimaan dan seleksi CPNS di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum mendapatkan seorang pelamar pun untuk formasi sarjana (S1) terapi wicara dan dokter spesialis bedah mayat.
Adapun Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Garut H Muhdin, Jumat (13/11), mengatakan bahwa untuk formasi sarjana geodesi yang semula sepi pelamar, kini sudah ada tujuh berkas lamaran.
Sarjana terapi wicara dan dokter spesialis bedah mayat merupakan jurusan yang tergolong langka dan kurang diminati kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi penyelenggara.
Kurangnya minat mengambil jurusan tersebut bisa jadi atas penilaian kurang prospektif dari segi sosial ekonomi, atau barangkali dianggap beda dengan jurusan lainnya yang diyakini calon mahasiswa bernilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, sejumlah 17.368 berkas lamaran yang telah diterima masih didominasi peminat tenaga guru. Pengiriman balasan sebanyak 4.783 berkas lamaran yang memenuhi syarat administrasi pun telah dilaksanakan. Untuk sementara, terdapat 976 berkas yang dinyatakan tak memenuhi syarat.
Seleksi digelar pada Minggu (22/11), dengan kartu testing berwarna putih berkop Panitia Pengadaan CPNS, yang selain ditempelkan foto bukti diri peserta, juga dibubuhi stempel dan penulisan kartu testing menggunakan huruf komputer. Menurut Muhdin, hal ini untuk mengantisipasi praktik perjokian.


