SALATIGA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Salatiga bekerja sama dengan kepolisian menggelar razia guna menertibkan pelajar yang kerap membolos atau menyimpan rekaman porno di telepon genggam, Kamis (12/11).
Kepala Bidang Organisasi, Masyarakat, Pemerintah, dan Fungsional Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Salatiga Soewatno mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan tiga hari, yakni 11-13 November. Pada hari pertama terdapat 33 siswa yang ketahuan membolos di pusat keramaian atau lokasi persewaan permainan Playstation. Sementara itu, razia hari kedua ada 7 siswa.
"Kami ingin kembali menegakkan disiplin siswa. Mereka yang tertangkap akan dibina di Polres dan orangtua atau manajemen sekolahnya dipanggil," tuturnya.


