JAYAPURA, KOMPAS.com- Peringatan tahun ke-8 peristiwa terbunuhnya pemimpin besar Papua, Theys Eluay, Kamis (12/11), kembali dipusatkan di pendopo keluarga Eluay di Sentani, Jayapura. Kegiatan yang dihadiri Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yoboisembut ini diisi dengan ibadah.
Usai ibadah, Forkorus menyebutkan bahwa pemerintah dan orang Papua harus segera berdialog dengan mediasi asing. Ini untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang masih terjadi di Papua seperti pelanggaran HAM, hak-hak asli orang Papua, dan berbagai permasalahan lain.
Ia mengingatkan agar dialog ini jangan seperti Pepera yang menguntungkan Indonesia. "Kalau jadi juri jangan jadi pemain. Bagaimana bisa adil hasilnya?" ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah orang asli Papua kini hanya 1,2 juta. Sedangkan orang Papua di Papua Niugini sudah 7 juta jiwa. "Padahal pada awalnya jumlah orang Papua di Indonesia dengan PNG hampir sama yaitu 800 ribu dan 900 ribu," ujarnya.
Ini, ujarnya, menandakan masalah kesehatan di Papua tidak tertangani dengan baik. Bahkan, ia menyebut ini dengan genocide secara perlahan-lahan melalui penyakit HIV AIDS dan berbagai perilaku mabuk.