KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bali Upayakan Pengakuan Dunia untuk Anjing Kintamani
Kamis, 12 November 2009 | 07:52 WIB
www.anjingkita.com
Anjing kintamani

DENPASAR, KOMPAS.com — Anjing kintamani yang juga dikenal dengan sebutan anjing bali sedang diupayakan untuk mendapat pengakuan dunia internasional sebagai anjing ras pertama di Indonesia.
     
"Pemuliabiakan untuk menjadikan anjing kintamani sebagai hewan piaraan kesayangan masyarakat telah dilakukan meski Bali dilanda penyakit rabies," kata guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof Dr I Nyoman Sadra Dharmawan di Denpasar, Kamis (12/11).
     
Ia mengatakan, dukungan dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menjadikan anjing kintamani mendapat pengakuan dari dunia internasional. Kesadaran dari masyarakat untuk mau memelihara dan mengembangkan anjing kintamani perlu lebih diintensifkan, kata dia.
     
Menurut Sadra Dharmawan, upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi yang memadai kepada masyarakat luas menyangkut keunggulan dan ancaman perkembangan anjing tersebut. Guru besar bidang Sains Veteriner itu menegaskan, upaya mempertahankan Bali sebagai daerah bebas rabies saat ini runtuh dengan masuknya penyakit yang berakibat fatal pada pengujung 2008 itu.
     
Ia mengemukakan, Bali yang sebelumnya bebas rabies kini justru terjangkit rabies yang sumbernya diyakini dia, berasal dari luar Pulau Bali. "Kasus pertama dilaporkan ada anjing terjangkit rabies di Jimbaran, Kabupaten Badung, kemudian merebak ke Kota Denpasar dan menyusul Kabupaten Tabanan," ujar Sadra Dharmawan.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.