MEDAN, KOMPAS.com - ”Saya baru tahu rumahnya terbakar setelah tiba-tiba ada asap yang mengepul. Saya tahu ada seorang di dalam rumah, saya hubungi suaminya agar cepat pulang, tetapi rumah sudah hangus,” tutur saksi mata yang juga tetangga korban, Afong (41), di Jalan Sekip Gang Buntu, Medan, yang ditemui seusai kejadian. Menurut Afong (41), Akien tinggal bersama suaminya yang bernama Awi (50). Awi yang bekerja serabutan itu, tutur Afong, sering meninggalkan istrinya.Saat kejadian, Awi meninggalkan Akien di dalam rumah yang terkunci.Akien tidak bisa berkutik di tengah kobaran api sampai akhirnya perempuan satu anak ini terpanggang di lantai dua rumahnya.Kebakaran di rumah Awi terjadi pukul 13.30. Api berasal dari lantai dua tempat Akien beristirahat.Tim pemadam kebakaran beserta warga setempat sempat kesulitan memasuki rumah Akien. Akhirnya mereka menjebol pintu masuk untuk memadamkan api.Api tidak sempat merembet ke rumah lain yang terletak berdempetan. Kawasan Gang Buntu, Jalan Sekip itu, terletak saling berimpitan.Pagar rumah dibuat rapat, begitu pun dengan pintu masuk rumah. Kepala Lingkungan 9, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan, Petisah Amirullah Pane (55) mengatakan, sebagian besar warga bekerja sebagai pedagang. Ukuran rumah rata-rata empat kali sepuluh meter dengan dua lantai. ”Warga suka membuat rumah dengan pagar rapat karena mereka ingin memanfaatkan luas tanah yang sempit,” katanya. Amirullah mengatakan, konstruksi rumah berdempet dengan pagar rapat menyulitkan warga menyelamatkan diri jika ada kebakaran. Dia pernah menyarankan agar warga tidak menutup rapat rumahnya. Akan tetapi, saran ini tinggal saran karena warga tetap dengan pilihannya membuat pagar rapat di rumahnya. Permukiman padat seperti ini umumnya berada di dekat pusat kota atau pusat perekonomian. Adapun Kawasan Sekip tidak jauh dari pusat perdagangan Pasar Petisah.Kepala Polsek Medan Baru Ajun Komisaris M Adenan AS belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. Untuk sementara, dia meminta keterangan dua saksi yang berada di dekat lokasi kejadian.Selain keterangan saksi, Adenan juga mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian untuk dipelajari. ”Kami masih perlu menyelidiki dari keterangan dan bukti-bukti,” katanya. Korban kebakaran di rumah dengan pagar rapat di Medan sering kali terjadi. Pada 20 Februari lalu, dua remaja tewas di sebuah rumah di Jalan Bambu II Nomor 72B, Medan. Konstruksi rumah ini juga mirip dengan rumah yang ada di Gang Buntu Jalan Sekip, berpagar rapat di permukiman padat.Kisah tewasnya remaja di tempat ini hampir mirip dengan kebakaran di Sekip.Dua remaja ini ditinggal kedua orangtuanya bepergian ke luar negeri. Saat kejadian, pintu rumah terkunci dari luar sehingga seluruh orang yang ada di dalamnya kesulitan menyelamatkan diri. Hal yang sama terjadi di rumah toko penjual bahan bangunan di Jl Tanjung Raya, Medan, Sabtu 20 Juni lalu. Dalam peristiwa ini seorang bocah tewas berusia sembilan tahun dalam kobaran api.


