NEW YORK, KOMPAS.com - Majelis Umum PBB akhirnya menetapkan 18 Juli sebagai Hari Nelson Mandela untuk menghormati kontribusi pemimpin Afrika Selatan tersebut bagi perdamaian dunia. Dalam resolusi yang ditetapkan Selasa (10/11) dengan konsensus 192 negara anggota, Majelis Umum mengapresiasi jasa mantan presiden yang terus memromosikan perdamaian tersebut.
Nelson tercatat telah meraih hadiah nobel atas pengabdiannya sepanjang hidup untuk menyelesaikan konflik, hubungan antaretnik, mengampanyekan hak asasi manusia, rekonsiliasi serta persamaan gender. "Nelson Mandela adalah ikon internasional dan simbol harapan atas masyarakat dunia yang tertekan dan termarginalkan," kata Baso Sangqu,
Duta Besar PBB untuk Afrika Selatan.
"Mandela bukanlah Tuhan atau orang suci. Dia adalah manusia sederhana yang berbuat dengan cara bijaksana, sedikit kekuatan, " katanya. Karenanya, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan 18 Juli tahun ini sebagai penghormatan atas kelahirannya 91 tahun silam.
Mandela yang dipenjara selama 27 tahun oleh pemerintah apharteid, dan keluar pada 1990 dari penjara Pulau Roben mengabdikan diri untuk membangun demokrasi dan menegosiasikan adanya kesepakatan hak pilih universal dalam keberadaannya sebagai presiden kulit hitam pertama. Pada 1993, ia mendapatkan hadian nobel perdamain bersama Presiden Afrika Selatan FW de Klerk. Mandela hanya sekali menjadi presiden pasca kepemimpinan apharteid yang diliputi ketidakpastian.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

