Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 11:13 WIB
Ribuan Anjing Liar Berpotensi Rabies
Josephus Primus | primus | Rabu, 11 November 2009 | 20:59 WIB
|
Share:

PADANG, KOMPAS.com - Sekitar 148.200 ekor anjing liar yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dinyatakan berpotensi memiliki penyakit rabies (penyakit anjing gila). "148.000 anjing liar di Sumbar dianggap berbahaya dan berpotensi rabies," kata Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Sumbar Erinaldi, di Padang, Rabu (11/11).
    
Menurut dia, satu-satunya upaya antisipasi  yang dilakukan  pemerintah adalah melakukan pemusnahan terhadap hewan liar tadi, dengan jalan membinasakan (meracun -red). "Ini dilakukan supaya anjing-anjing liar ini tidak menggigit manusia, dan menularkan virus rabies yang mematikan tadi," katanya.
    
Langkah pemusnahan dengan pola meracun, sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 22 Tahun 1983, tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner. Peraturan itu  membolehkan pemusnahan jika kondisinya membahayakan masyarakat.  "Tentunya, sebelum meracun pemilik anjing piaraan akan diberitahu, karena sasaran utama adalah anjing liar alias anjing tak berpemilik," katanya.
    
Selain langkah pemusnahan, pihak Disnak Sumbar juga sudah membagikan sedikitnya 14.384 dosis vaksin antirabies ke seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar. Vaksin tadi didistribusikan langsung oleh petugas Disnak Kab/Kota ke pemilik hewan piaraan anjing. "Setiap anjing piaraan, bakal disuntikkan virus antirabies tadi," katanya.
    
Populasi hewan jenis anjing di Sumbar berkisar 247.000 ekor, di antaranya anjing piaraan 98.800 ekor dan anjing liar 148.200 ekor.
    
Data Dinas Peternakan Sumbar, per Juli 2009, temuan kasus rabies mencapai 1.281 kasus, 61 ekor anjing positif tertular, dan korban tewas berjumlah tujuh orang.
    
Kalau dibandingkan tahun 2008, angka tadi terlihat menurun, karena saat itu kasus berjumlah 3.829, dan delapan orang korban tewas. "Rata-rata penularan karena gigitan dari anjing yang terjangkit positif rabies," katanya.

 

Sumber :
Ant