Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 11:10 WIB
Kesurupan Massal Kembali Terjadi
| Rabu, 11 November 2009 | 11:30 WIB
|
Share:

Sleman, Kompas - Kasus kesurupan massal kembali dialami SMP Negeri 3 Tridadi, Sleman, setelah sehari sebelumnya peristiwa itu menimpa sekolah yang sama. Bahkan, kesurupan kali ini juga terjadi di SMPN 2 Triharjo, sekolah yang terletak tak jauh dari SMPN 3.

Kesurupan di SMPN 3 terjadi sekitar pukul 07.00, Selasa (10/11), atau sesaat sebelum jam pelajaran dimulai. Saat itu, para murid sudah bersiap di kelas masing-masing dan direncanakan mengadakan doa bersama terlebih dahulu yang dipimpin para guru.

Doa bersama itu dimaksudkan untuk memberi ketenangan kepada para siswa pascakejadian sebelumnya agar kegiatan belajar-mengajar bisa kembali normal. Seperti diberitakan, 18 siswi SMPN 3, Senin lalu, mengalami kesurupan.

"Namun, baru beberapa saat doa berlangsung, kejadian seperti kemarin terulang lagi," kata Humas SMPN 3 Rohmat Agus Wahyudi. Beberapa siswi dari kelas VIII berteriak histeris dan meronta-ronta. Tak lama kemudian, merembet ke kelas lain sehingga terdapat total sembilan siswi yang kesurupan dengan tiga di antaranya merupakan korban kesurupan pada hari pertama.

Pihak sekolah yang mengetahui hal itu langsung bertindak cepat dengan menenangkan siswi yang kesurupan. Untuk menghindari penyebaran lebih luas, semus murid juga terpaksa dipulangkan sebelum sempat memulai pelajaran.

Tak jauh dari SMPN 3, kasus kesurupan juga terjadi di SMPN 2, Triharjo. Dari keterangan Kepala SMPN 2 Tri Wahyu Kuncoro, kesurupan bermula dari seorang siswi di kelas VIIIA bernama Arum sekitar pukul 09.00. "Awalnya, siswi itu di kelas mengalami kejang dan berteriak. Karena dikira sakit biasa maka dibawa ke ruang unit kesehatan sekolah untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Panggil paranormal

Namun, teriakan itu makin kencang dan histeris. Beberapa siswi lain juga diketahui turut mengalami hal serupa. Akibat kondisi itu, pihak sekolah memutuskan memulangkan para murid lebih awal untuk menghindari penyebaran lebih luas.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sleman Sumarno mengemukakan, pihaknya telah bertindak untuk mengatasi masalah kesurupan itu dengan memanggil ahli dalam hal tersebut.

Setelah bekerja beberapa jam, Sumarno mengatakan, paranormal tersebut berhasil membersihkan kedua sekolah dari pengaruh roh jahat. "Bisa dipastikan kedua sekolah itu sudah aman dan kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi," tuturnya.

Kegiatan belajar-mengajar di kedua sekolah itu, menurut Sumarno, juga akan tetap dilaksanakan pada hari ini. "Siswa akan masuk seperti biasa. Tidak diliburkan. Tapi, hal itu sangat fleksibel dan tergantung kondisi," katanya. (ENG)