JAKARTA, KOMPAS.com - Depnakertrans bekerja sama dengan Perbakin DKI Jaya akan melakukan kegiatan pengendalian hama babi hutan melalui ajang berburu di Provinsi Bengkulu.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. A Muhaimin Iskandar, MSi berharap, melalui kegiatan ini bisa menekan kerusakan dan penurunan produksi pertanian, yang diakibatkan babi hutan.
"Saya harapkan melalui kegiatan ini kawasan pemukiman transmigrasi bisa lebih terjaga, sekaligus untuk menyalurkan hobi dan meningkatkan prestasi olahraga di bidang menembak, bagi yang suka olahraga bidang ini," katanya, Selasa (10/11).
Menakertrans secara resmi melepas keberangkatan Tim Safari Berburu Hama Babi Hutan ke provinsi Bengkulu. Acara pelepasan dilaksanakan di kantor Depnakertrans, Jakarta.
"Kegiatan ini juga dilakukan sebagai salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-59 tahun 2009," kata Muhaimin.
Kegiatan berburu babi hutan ini dilakukan sebagai upaya nyata dalam membantu petani para transmigrasi dari serangan hama babi, yang menyerang ladang pertanian para transmigrasi dan diharapkan dapat mengurangi hama yang mengganggu petani.
"Depnakertrans telah membentuk perkumpulan berburu yang bernama Nakertrans Shooting Club (NTSC) dan telah terdaftar dalam Pengurus Daerah Perbakin DKI Jaya. Sebanyak 150 atlet tembak mengikuti program pemburuan babi hutan ini," katanya.
Perkumpulan awalnya bertujuan untuk membantu transmigran dalam memberantas hama babi hutan di lokasi transmigrasi saja.
Namun dalam perkembangannya perkumpulan ini dijadikan sebagai wadah untuk membina para atlit menembak yang ingin maju di bidang olah raga menembak.
Menurut Dirjen P2NKT, Djoko Sidiq Pramono, pada 2008 lalu sebanyak 249 hama babi di Jambi sudah berkurang dengan adanya program ini.
"Hama babi, biasanya banyak berada di perkebunan kelapa sawit dan biasanya hama babi memakan bibit sawit dan tanaman lain milik transmigran. Saya yakin program ini akan sangat membantu para transmigran," katanya. (gie/bnj)