PADANG, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas lebat Selasa (10/11) mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) akibatnya terjadi tanah longsor di jalan yang menghubungkan Jorong Sianok-Lambah Kecamatan IV Koto.
Kepala Bidang Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam Rahman menjelaskan, bencana tanah longsor yang menyebabkan ruas jalan menghubungi Sianok-Lambah anjlok (terban) sepanjang sembilan meter, kini tak bisa dilewati kendaraan roda empat.
Material longsoran juga menghantam dinding SDN 14 Lambah Kecamatan IV Koto, Agam, tapi tidak menimbulkan korban jiwa dalam bencana itu.
Rahman menyebutkan, curah hujan beberapa hari terakhir dengan intensitas lebat terjadi di Kabupaten Agam, akibatnya Senin malam bencana air bah juga melanda Jorong 100 Janjang, Nagari Candung Koto Laweh, akibatnya satu jembatan jebol.
Kerusakan lainnya akibat air bah itu, tujuh irigasi (tali banda, red) mengalami rusak parah, yang terdapat di Lakuang, Rawang, Laman, Kubang Turak, Banda Baru dan banda Induriang di Jorong 100 Janjang, Kecamatan Candung.
Tujuh irigasi tersebut sebagai sumber air seluas 155 hektar areal persawahan dan musim tanam akhir tahun ini akan menyulitkan petani mencari pasokan air.
Selain itu, sedikitnya 0,25 hektare tanaman bawang merah petani di Jorong 100 Janjang tertimbun tanah bercampur limbah kayu.
"Pemkab Agam belum menghitung berapa kerugian materiilnya, tapi langkah tanggap dilakukan untuk jembatan yang putus diminta masyarakat gotong royong membuat jembatan darurat," katanya.
Kabupaten Agam pascagempa 30 September 2009, sering terjadi tanah longsor di beberapa titik, di antaranya di kawasan Danau Maninjau yang kondisi tanah perbukitan sudah retak akibat gempa 7,9 SR lalu.
"Kita sudah imbau warga untuk meningkat kewaspadaan saat curah hujan tinggi, terutama yang bermukin di kawasan rawan terjadi longsor," kata Rahman.